Gawat! Puncak Jaya Mencair, Akankah Menghilang? Apa Penyebabnya? Ini Alasannya

Berita Darling
Gawat! Puncak Jaya Mencair, Akankah Menghilang? Apa Penyebabnya? Ini Alasannya
25 Jul 2022

Tahu gak? Puncak Jayawijaya, Papua adalah salah satu dari tujuh puncak tertinggi di dunia loh. Memiliki sebutan lain yakni Piramida Cartenz dan dinobatkan sebagai atap pelindung Indonesia.

Puncak Jaya juga dikenal memiliki salju abadi ini memiliki ketinggian sekitar 4.884 mdpl (meter diatas permukaan laut) yang membentang luas di tanah Papua. 

Mengingat, Indonesia adalah negara beriklim tropis karena dilintasi oleh garis lintang memanjang bernama garis khatulistiwa. Sehingga, hal itu sangat mustahil jika terdapat sebuah salju

Akan tetapi, es yang berada di Puncak Jayawijaya terus mencair karena dampak dari perubahan iklim. bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi es tersebut akan punah pada 2025 dan terus melakukan pengamatan terhadap kondisi salju yang ada di puncak pegunungan Jayawijaya, Papua tersebut.

Penyebab Puncak Jaya Mencair

Penyebab utama es abadi yang terus menyusut ini akibat adanya pemanasan global yang semakin hari, semakin menggila. Terjadi kenaikan suhu bumi yang tidak sesuai dengan prediksi yang sebelumnya telah dilakukan.

Negara-negara di dunia telah menyepakati bahwa kenaikan suhu bumi hanya sekitar satu derajat hingga tahun 2030. Namun, kenaikan suhu di sejumlah kota di Indonesia justru telah melewati perkiraan yang ada, termasuk di ibu kota, DKI Jakarta. 

Secara umum pencairan es di dunia terjadi mulai tahun 1850, yakni saat awal revolusi Industri. Luas es di Puncak Jaya diestimasi sekitar 20 Km persegi. Pada 2002 atau dalam 20 tahun terakhir, luas es Puncak Jaya terus menipis menjadi 2 Km persegi. Kemudian, menjadi 1,8 Km persegi pada 2005, 0,6 Km persegi pada 2015, 0,46 Km persegi pada Maret 2018, dan 0,34 Km persegi pada Mei 2020.

Pencairan es di Puncak Jayawijaya tentu memberikan kita dampak yang signifikan, diantaranya berkontribusi terhadap peningkatan tinggi muka laut (sea level rise) walaupun mungkin tidak signifikan karena luasan es yang tidak terlalu besar.

Selain itu, secara budaya terdapat suku lokal di sekitar Puncak Jaya yang menganggap bahwa es Puncak Jaya sebagai tempat yang sakral. Maka, dengan hilangnya es akan berdampak terhadap suku lokal tersebut.***

Penulis : GLG