Selain Coachella, Ini 4 Festival Musik yang Ramah Lingkungan

Darling Inspirasi
Selain Coachella, Ini 4 Festival Musik yang Ramah Lingkungan
17 Apr 2022

Coachella merupakan salah satu festival musik terbesar di Amerika Serikat saat ini mulai mengimplementasikan langkah-langkah ramah lingkungan, setidaknya ada lima program bertajuk ramah lingkungan.

Melalui Carpoolchella, festival tersebut mengajak pengunjung yang datang ke acara beramai-ramai dengan minimal empat orang per mobil. Diming-imingi undian berhadiah seperti akses VIP, upgrade tiket, dan lain sebagainya bertujuan agar mengurangi pengeluaran gas emisi. 

Inisiatif lainnya yang diselenggarakan adalah daur ulang sampah, dengan menempatkan tempat sampah bercorak menarik di seluruh area festival untuk mengajak pengunjung mengumpulkan serta menukarkan botol, cangkir, dan kaleng minuman bekas di festival dengan poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah-hadiah yang menarik. 

Coachella juga telah meninggalkan papan nama berbahan plastik dan menggantinya dengan menggunakan bahan kayu. Bbagi pengunjung yang ingin mengisi daya gawai, pada festival ini menyediakan zona Energy Playground tempat pengunjung mengisi daya baterai dengan menggunakan sepeda statis atau papan jungkat-jungkit.

Selain event Coachella, diketahui bahwa beberapa festival musik lainnya juga telah mengusung konsep yang sama yakni ramah lingkungan. Apa sajakah itu, berikut ulasannya:

 

  • Glastonbury Festival

 

Glastonbury festival merupakan event musik yang telah berusia lebih dari 50 tahun. Akan tetapi dalam usianya yang matang tersebut, isu limbah masih menjadi tantangan besar bagi penyelenggara. 

Berbagai kampanye diselenggarakan dengan konsep bertajuk “Love Your Tent” mengajak penonton untuk membawa pulang tenda mereka daripada membuangnya di lokasi. Kemudian, konsep “The Please Take It Home” juga menyarankan kepada para pengunjung untuk membawa pulang peralatan pribadi. 

Dalam manajemen sampah, Glastonbury Festival menyebarkan tong dengan berbagai warna untuk memudahkan proses daur ulang. Kabar terakhir yang didapat, mulai festival 2019, Glasstonbury telah melarang seluruh penggunaan plastik di area festival.

 

  • Lollapalooza

 

Tidak hanya memanjakan Chicago melalui deretan musisi papan atas, Lollapalooza juga mengedukasi pentingnya untuk menjaga lingkungan. Program “Rock & Recycle mengajak penonton untuk mendaur ulang sendiri sampah yang mereka bawa. 

 

Disediakan ratusan tempat sampah daur ulang, beberapa stasiun kompos, dan tim pemilahan sampah juga diturunkan untuk mereduksi limbah. Selain itu, penonton juga disarankan untuk berjalan kaki, bersepeda atau menggunakan transportasi publik untuk menuju ke lokasi.

Di tempat festival, penonton juga bisa singgah ke Green Street yakni area penjualan perhiasan organik, seni daur ulang. Kemudian ada Farmer’s Market yakni area penjualan hidangan lezat yang terbuat dari bahan-bahan organik.

 

  • Northside Festival

 

Kemajuan budaya sebuah negara terlihat dari bagaimana mereka menghargai lingkungan. Northside Festival di Aarhus, Denmark ini menjadi cerminan dari hal tersebut.

Pasalnya, sejak berdiri tahun 2010 selaku penyelenggara ingin meminimalisir dampak lingkungan mereka melalui tiga aspek utama yakni pengelolaan limbah, transportasi dan makanan. 

Pada 2016, 76% limbah berhasil disortir untuk langsung didaur ulang. Untuk menuju ke lokasi, semua penonton disarankan berjalan kaki, bersepeda, atau dengan transportasi publik karena tidak tersedia area parkir mobil. 

Tidak hanya itu, trash butlers yang berjas rapi juga berkeliling dengan membawa penyedot debu portabel dan asbak rokok untuk rutin membersihkan lokasi acara. Dengan cara yang unik itu, tak lain sebagai edukasi untuk para pengunjung.

 

  • Primavera Sound

 

Berpesta di Parc del Fòrum, Barcelona, Spanyol yang berbatasan langsung dengan Laut Balearik ini memunculkan tantangan bagaimana limbah festival tidak langsung tumpah ke lautan. Untuk manajemen sampah, Primavera Sound bekerja sama dengan B:SM mendaur ulang limbah yang dihasilkan dalam tiga hari acara. 

Kertas dan gelas di dalam festival juga menggunakan material yang bisa didaur ulang. Selain itu, penonton disarankan untuk membawa alat makan sendiri, atau menggunakan gelas yang sama selama mengikuti festival untuk mengurangi produksi limbah di setiap harinya. 

Program ramah lingkungan tersebut juga telah didukung dengan lokasi festival yang strategis sehingga pengunjung secara sukarela datang ke festival dengan menggunakan transportasi publik ataupun sepeda.

Adapun event festival lainnya yang telah mengusung tema ramah lingkungan lainnya berikut ini:

  • Festival Grassroots, rutin diadakan setiap tanggal 21-24 Juli di Finger Lake, New York, Amerika Serikat.
  • Festival Telluride Bluegrass, rutin diadakan setiap tanggal 16-19 Juni dan berkerja sama dengan Renewable Choice Energy untuk mendaur-ulang karbon.
  • Festival Outside Lands yang berlangsung pada 12-14 Agustus di San Fransisco, Amerika Serikat.
  • Festival Sweetlife yang berlangsung setiap 1 Mei.***

 

Sumber: destinasian.co.id

Penulis : AJS