5 Negara yang Terdampak Pemanasan Global

Berita Darling
5 Negara yang Terdampak Pemanasan Global
11 Jan 2023

Suatu wilayah dapat dikatakan sebagai negara jika wilayah tersebut sudah memenuhi berbagai unsur yang diperlukan oleh sebuah negara di dalamnya, jumlah negara di seluruh dunia mencapai 195 negara hingga saat ini. Setiap negara tersebut memiliki bentuk pemerintahan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, dimana ada yang menggunakan sistem pemerintahan kerajaan sampai republik.

Namun, tahu gak? Bahwasanya dari 195 negara tadi, ada 5 negara loh yang terdampak pemanasan global saat ini. Pasalnya, penelitian telah menunjukkan bahwa suhu rata-rata bumi yang diproyeksikan akan meningkat sebesar 4 derajat Celcius, sedangkan permukaan laut secara otomatis juga akan meningkat sekitar 0,5 meter akibat global warming (pemanasan global). Melansir dari laman merdeka.com, berikut ini 5 negara yang terkena dampak paling parah dari global warming tersebut.

 

  • Bangladesh

 

Regulasi hidrologi dari musim hujan dan pola agregasi air regional membuat Bangladesh memiliki perubahan iklim yang signifikan akibat pemanasan global secara letak geografis. Pasalnya, negara ini menerima terlalu banyak air selama musim hujan dan hampir kekeringan di musim kemarau serta iklimnya yang hangat udah mengakibatkan peningkatan banjir maupun kekeringan yang mengancam hasil pertanian. 

Ditambah lagi dengan naiknya permukaan air laut hingga 45 cm yang memungkinkan meningkatnya genangan air sebanyak 10% di negara tersebut dan akan menggenangi lahan basah pesisir serta dataran rendah yang menyebabkan peningkatan erosi pantai hingga meningkatkan intensitas banjir parah, dan masalah-masalah pertanian.

 

  • Sudan

 

Konflik yang terjadi di Sudan Barat yang disebabkan oleh sumber daya alam yang semakin berkurang akibat pemanasan global. United Nations Environment Programme (UNEP) telah mencatat bahwa Sudan dan beberapa negara tetangganya telah mengalami kemarau panjang yang menyengsarakan warganya dalam beberapa dekade terakhir. Tercatat, bahwa kemarau paling parah terjadi selama 5 tahun yakni pada tahun 1980 hingga 1984 yang telah menyebabkan kelaparan parah dan perpindahan penduduk.

 

  • Siberia

 

Lingkungan di Siberia berubah akibat pemanasan global, hal itu ditunjukkan dari perubahan drastis siklus karbon yang telah memberikan pengaruh terhadap flora dan fauna di Siberia. Keterangan data mengenai siklus energi dan air, perubahan reflektansi permukaan karena salju, es dan cakupan vegetasi indeks yang membuat daerah tersebut rentan terhadap perubahan iklim.

 

  • Australia

 

Dilanda kekeringan akibat pemanasan global suhu yang tinggi, mengakibatkan Australia menunjukkan peningkatan penguapan, kerusakan tanaman, dan penurunan kadar air di daerah aliran sungai. Tercatat, rata-rata 1.100 orang telah kehilangan hidupnya untuk ketidakberesan iklim ini dan jumlah tersebut terus meningkat.

 

  • Myanmar

 

Masalah perubahan lingkungan di negara Myanmar diperparah dengan masalah yang menimpa pemerintahan hingga mengakibatkan tidak adanya penyelesaian mengenai masalah lingkungan. Perubahan iklim dari musim dingin ke hangat menyebabkan kenaikan suhu dan menyebabkan penyebaran penyakit yang ditularkan dari air. Perubahan cuaca yang menyebabkan pertumbuhan parasit di dalam air juga telah mengganggu proses alami dalam kondisi laut. Belum lagi, ikan-ikan tampaknya akan mati karena kekurangan oksigen dan perkembangan organisme parasit.***

Sumber: merdeka.com

Penulis : GLG