Erosi tanah sering terjadi tanpa kita sadari. Hujan deras, tanah terbuka, dan minim vegetasi bisa membuat lapisan tanah terkikis pelan-pelan. Padahal, alam sebenarnya sudah menyediakan solusi alami untuk masalah ini pohon.
Beberapa jenis pohon punya peran penting sebagai penjaga erosi, bukan cuma menahan tanah, tapi juga menjaga keseimbangan air dan struktur tanah tetap stabil. Berikut ini pohon-pohon kuat penahan erosi yang patut kamu kenal, Darlings.
Trembesi dikenal dengan tajuknya yang lebar dan rindang. Daunnya mampu memecah dan menahan air hujan sebelum langsung jatuh ke tanah. Hal ini mengurangi daya rusak air hujan yang bisa memicu erosi.
Selain itu, akar trembesi juga membantu menyerap air ke dalam tanah sehingga permukaan tanah tidak mudah terkikis.
Beringin punya sistem akar yang unik. Akar gantungnya akan tumbuh memanjang hingga menyentuh tanah dan berubah menjadi penopang tambahan.
Akar-akar ini mencengkeram tanah dengan kuat, membuat beringin sangat efektif menjaga kestabilan tanah, terutama di area rawan longsor atau erosi.
Mahoni memiliki akar tunggang yang tumbuh lurus dan dalam ke tanah. Jenis akar ini sangat efektif untuk mengikat lapisan tanah bagian dalam, sehingga cocok ditanam di daerah lereng atau perbukitan.
Akar mahoni membantu mencegah tanah mudah bergeser saat hujan deras.
Akasia dikenal sebagai pohon yang tangguh dan adaptif. Ia mampu tumbuh di tanah yang relatif kering, labil, bahkan terdegradasi.
Sistem perakarannya efektif mengikat tanah dan membantu memperbaiki struktur tanah secara perlahan, menjadikannya pilihan populer untuk rehabilitasi lahan.
Kekuatan pohon-pohon ini terletak pada kombinasi sistem akarnya:
Akar serabut menahan lapisan tanah atas
Akar tunggang mengikat tanah lebih dalam
Akar gantung memperkuat struktur permukaan
Kombinasi ini membentuk sistem alami penahan erosi yang bekerja tanpa mesin dan tanpa beton.
Setelah tahu betapa besar peran pohon dalam menjaga tanah, air, dan keseimbangan alam, rasanya makin sulit buat nggak sayang sama pohon.
Menanam dan merawat pohon bukan cuma soal hijau-hijauan, tapi juga soal menjaga bumi tetap stabil untuk masa depan.
Sumber:
idntimes
UMS Journal
Radar Bojonegoro