Darlings, kamu tahu nggak, ternyata ada bahan baku minyak goreng yang ramah lingkungan lho. Dan itu tumbuh di Indonesia.
Namanya adalah tengkawang. Ia adalah salah satu biji jenis pohon meranti, dari genus Shorea yang tumbuh subur banget di hutan hujan Kalimantan.
Tengkawang sering banget disebut ramah lingkungan, karena ia tumbuh di hutan alami. Ia juga ditumbuhkan oleh pohon besar di tanah gambut, dan mampu menyerap karbon dalam jumlah yang besar.
Dikenal sebagai engkabang oleh masyarakat lokal, ia menjadi primadona komoditas hasil hutan bukan kayu yang terkenal sampai ke luar negeri lho!
Biasanya minyak atau lemak tengkawang dimanfaatkan secara tradisional sebagai campuran makanan, bahan pembuatan lilin, sabun hingga kosmetik.
Ia menjadi biji penghasil minyak yang sangat potensial dan ramah lingkungan, karena pohonnya mampu menyerap karbon yang amat besar.
Berbanding terbalik dengan bahan baku pembuat minyak goreng lainnya yang kebanyakan tidak mampu menyerap karbon dan rakus air dalam jumlah yang tinggi.
Tengkawang dan pohon meranti pada dasarnya merupakan pohon endemik asli Kalimantan Barat (Kalbar).
Saking dihormatinya, ia didapuk menjadi logo provinsi Kalbar lho!
Jenis yang paling sering dimanfaatkan adalah tengkawang tungkul (Shorea stenoptera) karena ukuran buah yang besar dengan kandungan minyak yang tinggi.
Secara alami, tengkawang tidak berbuah setiap tahun. Pada umumnya ia dapat dipanen dalam rentang tiga sampai lima tahun sekali.
Namun di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bengkayang, Kalbar, sering ditemukan juga tengkawang yang mampu berbuah setiap tahun.
Pola serupa juga bisa ditemukan jika tengkawang ditanam di luar wilayah endemiknya, seperti pulau Jawa, dengan pendekatan khusus.
Minyak tengkawang sendiri pernah menjadi komoditas unggul, Darlings. Dia pernah diekspor ke luar negeri, mencapai 3.519 ton dengan nilai sebesar 7,7 juta dolar AS pada tahun 1990-an!
Bagi masyarakat lokal, tengkawang memang begitu berarti. Ia kerap kali dikaitkan dengan keberuntungan, menjadi ritual adat dan dipersembahkan kepada leluhur.
Artinya, tengkawang ini memiliki keeratan secara sejarah antara hutan dan masyarakat adat.
Dengan mengetahui keberadaan tengkawang, kita juga bisa lho mempelajari alternatif-alternatif bahan baku yang oke dan ramah lingkungan.
Selain meningkatkan kadar karbon yang diikat, melestarikan tengkawang juga bisa mendorong keseimbangan ekosistem hutan tropis di Kalimantan.
Berminat buat belajar lebih jauh soal alternatif energi ramah lingkungan, Darlings?