Istilah Perubahan Iklim

Darling Inspirasi
Istilah Perubahan Iklim
17 Jun 2022

Kata perubahan iklim udah sering kita denger tapi sebenernya ada istilah apa aja sih dalam perubahan iklim ini? Nah, berikut ini beberapa istilah yang berhubungan dengan perubahan iklim.

Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam distribusi pola cuaca secara statistik sepanjang periode waktu mulai dasawarsa hingga jutaan tahun. Istilah ini juga berarti perubahan keadaan cuaca rata-rata atau perubahan distribusi peristiwa cuaca rata-rata seperti jumlah peristiwa cuaca ekstrem yang semakin banyak atau sedikit.

PBB mengklaim bahwa perubahan iklim dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas manusia selama beberapa dekade terakhir, terutama sejak tahun 1800 an. Mulai dari pemakaian bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi, menghasilkan emisi gas rumah kaca yang menjadi penyebab naiknya suhu bumi.

Selain itu, deforestasi turut menyumbang pemanasan global.  PBB sendiri, menyarankan untuk menggunakan prinsip berkelanjutan dalam bidang lingkungan, ekonomi, politik, hingga sosial budaya.

Yang Perlu Kamu Tahu

Apa kamu familiar dengan kata deforestasi, emisi, dan prinsip berkelanjutan? Jika tidak, berikut ulasan mengenai istilah-istilah penting dalam perubahan iklim.

 

  • Climate change 

 

Iklim dipengaruhi oleh letak matahari. Negara yang terletak dekat khatulistiwa cenderung memiliki iklim tropis, musim penghujan, dan kemarau karena mendapat panas matahari sepanjang tahun seperti Indonesia. Jika semakin jauh dari posisi matahari, maka iklim akan semakin dingin.

Perubahan iklim atau climate change ini bisa terjadi karena aktivitas manusia atau proses internal alam. Perubahan iklim berpengaruh pada biodiversitas yang harus beradaptasi dengan suhu baru, termasuk manusia. 

 

  • Pemanasan Global (Global Warming) 

 

Pemanasan global merupakan penyebab terjadinya perubahan iklim.  Melansir dari PBB, pemanasan global adalah naiknya suhu rata-rata bumi, baik di darat maupun laut. Peningkatan suhu ini disebabkan oleh gas rumah kaca yang terjebak di atmosfer bumi, sehingga panas menyelimuti bumi. 

Dampak pemanasan global yang paling terasa yakni mencairnya es kutub, penyebab naiknya volume air laut. Kota-kota besar akan banjir dan pulau-pulau kecil akan tenggelam. Suhu air laut yang meningkat juga berakibat pada ekosistem, terutama terumbu karang rusak.

 

  • Rumah Kaca (Greenhouse Gas)

 

Rumah kaca atau greenhouse adalah bangunan berdinding kaca yang biasanya digunakan petani di daerah empat musim. Panas matahari dapat terperangkap di dalam bangunan, dan suhu tetap hangat di malam hari. Hal ini membantu tanaman untuk tetap tumbuh dan hidup.

Gas rumah kaca berproses seperti rumah kaca milik petani tersebut. Akan tetapi, yang menjadi pembeda yaitu gas yang terperangkap pada atmosfer bumi. Awalnya efek dari gas rumah kaca ini membuat suhu di bumi lebih hangat, namun jika terjadi terus menerus suhu di bumi akan bertambah panas dan menjadi tidak layak huni.

Gas rumah kaca sering dihasilkan dari kegiatan manusia seperti penebangan hutan, penggunaan listrik, pemakaian bahan bakar fosil, aktivitas pabrik, peternakan, hingga produksi dan distribusi makanan. Gas tersebut terlepas di udara dan menjadi emisi. Greenhouse gas yang paling banyak adalah gas emisi karbon dioksida dan gas metana dari sampah yang menumpuk.

 

  • Biodiversity

 

Biodiversity atau biodiversitas adalah keanekaragaman makhluk hidup meliputi spesies hingga ekosistem yang mendiami suatu wilayah. Tumbuhan berperan penting dalam menghasilkan oksigen, pangan, hingga obat-obatan. 

Seiring berjalannya waktu, manusia mengeksploitasi alam dengan membuka lahan untuk industri, akibatnya terjadi deforestasi. Jika biodiversitas rusak, maka manusia akan sulit untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, perlu konservasi untuk memulihkan ekosistem, sehingga keseimbangan tetap terjaga.

 

  • Emisi

 

Emisi atau gas buang adalah sisa pembakaran dari mesin dan lepas ke udara yang sering dihasilkan dari transportasi dan pabrik. Mengandung zat berbahaya bagi kesehatan seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan hidrokarbon (HC).

 

  • Carbon Footprint

 

Carbon footprint adalah jumlah karbon atau emisi yang ditinggalkan manusia akibat aktivitasnya. Semakin banyak populasi manusia, maka akan semakin tinggi pula karbon yang berpengaruh pada gas rumah kaca. Jejak karbon juga dapat dihitung dari penggunaan transportasi, energi, hingga air.

 

  • Deforestasi dan Reforestasi

 

Deforestasi adalah penebangan hutan. Dilansir dari laman livescience.com deforestasi mengalih fungsikan wilayah hutan menjadi pemukiman atau lahan industri. Jika terjadi deforestasi skala besar, maka akan berpengaruh pada ekosistem.

Hilangnya resapan air menjadi penyebab banjir, erosi tanah, dan longsor. Di Indonesia, hutan paling banyak dialihkan menjadi perkebunan sawit. Di bidang bisnis minyak nabati ini menghasilkan profit yang sangat tinggi, namun berdampak buruk bagi lingkungan.

Sedangkan reforestasi adalah reboisasi untuk memulihkan kembali fungsi lahan hutan dengan melakukan penanaman dan penghijauan. 

 

  • Sustainability

 

Sustainability adalah kemampuan untuk memanfaatkan keanekaragaman hayati secara produktif, tanpa merusak dan mengeksploitasi alam. 

Istilah sustainability semakin dikenal sejak PBB mengenalkan SDGS (sustainable development goals) yang berisi tentang 17 program untuk mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi tanpa mengesampingkan sektor lingkungan hidup antara sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan harus selaras. 

 

  • Renewable Energy

 

Energi terbarukan adalah energi yang dapat diperbaharui dari proses alam dan tidak akan habis karena prosesnya dilakukan oleh alam. 

Energi terbarukan meliputi energi matahari, angin, dan air. Manfaat yang didapat yakni lebih hemat biaya, ramah lingkungan, dan dapat diakses oleh semua orang. 

 

  • Eco Friendly

 

Gaya hidup eco friendly bertujuan meminimalisir produk yang menyebabkan polusi dan mengurangi gas emisi. Sering disebut go green, gerakan ini semakin meningkat dan diterapkan oleh banyak orang. 

Menjadi salah satu gaya anak muda dalam mengurangi sampah tekstil yang disebut Thrifting. Adapun gerakan no plastic, mengganti barang sekali pakai (reusable), dan pola hidup sehat dengan bersepeda atau jalan kaki.

 

  • Konservasi 

 

Konservasi adalah pelestarian makhluk hidup beserta tempat tinggalnya dengan tujuan memelihara dan melindungi dan merupakan langkah utama dalam memulihkan ekosistem, juga berfungsi untuk menjaga kualitas lingkungan. Terdapat jenis konservasi seperti Taman Nasional, Cagar Alam, dan Suaka Margasatwa.

 

  • Indigenous people

 

Indigenous people atau masyarakat adat memiliki peran penting dalam pelestarian alam dan keragaman budaya suatu wilayah. National geographic mendefinisikan bahwa Indigenous people adalah kelompok masyarakat yang mendiami suatu wilayah, sekaligus mewarisi kekayaan alam, sosial, dan budaya dari masyarakat tersebut secara turun-temurun. 

Perubahan iklim memang akan terjadi dan menimbulkan dampak nyata bagi peradaban manusia. Maka, sudah sepantasnya kita sebagai salah satu penyumbang perubahan iklim terbesar di bumi mulai melakukan pergerakan yang mengembalikan keseimbangan alam ini dengan menjaga lingkungan.***

Sumber: idntimes.com

Penulis : GLG