Jangan Pelihara Macan Mini Ini ya, Cat Lovers!

Berita Darling
Darling Fauna
Darling Inspirasi
Jangan Pelihara Macan Mini Ini ya, Cat Lovers!
27 Mar 2026

Darlings ada yang suka kucing? Wajahnya yang lucu, badannya yang kecil, dengan kelakuan yang aneh bin ajaib sering bikin kita tersihir sama keimutannya ya!

Maka gak sedikit dari cat lovers memelihara satwa domestik ini. Beragam jenis dipelihara, dari kucing kampung, hingga kucing-kucing gak lazim kayak kucing sphynx atau maine coon.

Tapi ada juga lho kecintaan kita sama kucing, justru berdampak buruk bagi sebagian spesies kucing yang ada di Indonesia.

Kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) contohnya. Kucing yang identik dengan warna coklat dengan motif hitam yang mirip macan, dia tuh sebenernya kucing hutan dan gak boleh dipelihara.

Sebab meski pada usia muda ia terlihat jinak, satwa ini tetap membawa sifat liarnya pas dia dewasa.

Di Indonesia, kucing kuwuk biasa ditemukan di hutan-hutan Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali dengan status satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK P.106 tahun 2018.

Artinya, kalo kamu nyoba melihara, memperjualbelikan, atau memburu kucing ini adalah tindakan ilegal dan punya konsekuensi hukum.

Karena meski peredarannya masih terlihat banyak di alam, tapi tren populasi di beberapa wilayah terus menurun.

Macan mini yang gak boleh diperdagangkan

Pada 22 Februari 2026 lalu, Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera menggagalkan perdagangan kucing kuwuk di Medan, setelah mendapatkan informasi perdagangan lewat online.

Padahal statusnya sudah jelas, dan media sosial sebenernya gak ngebolehin buat jual satwa liar.

“Media sosial sebenernya punya klausul gak membolehkan penjualan satwa liar. Tapi kalo kita telusuri, masih banyak situs atau grup yang menjual kucing kuwuk,” kata Peneliti Kucing Liar Erwin Wilianto kepada Mongabay.

Menurutnya salah satu tren kucing hybrid seperti kucing bengal, membuat permintaan kucing kuwuk semakin meningkat. 

Sehingga kucing yang seharusnya berada di hutan, malah diburu untuk keegoisan manusia dan memicu tekanan terhadap populasi kucing liar di alam.

Erwin menilai gak sedikit orang merasa mampu melihara kucing kuwuk, padahal belum tentu paham kebutuhan dasarnya. Apalagi kucing kuwuk yang diperdagangkan, biasanya anakan yang dipisah dari induknya.

Setiap satu anakan yang dijual, kemungkinan besar ada induk yang dibunuh atau habitat yang dirusak.

“Belum lepas sapih, sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk sempurna. Selain itu mereka rentan terpapar penyakit dari kucing, anjing dan satwa domestik lainnya,” kata dia.

Sifat liar yang gak bisa hilang membuat kucing kuwuk gak layak dipelihara. Secantik apapun motifnya, mereka bisa agresif dan stres berat pas dewasa.

Selain itu pakan buatan cat food tak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dan nutrisi kucing liar. Fase krusial dalam penyelamatan satwa liar ini tentunya gak mudah. Jadi dengan awareness kita terlebih dahulu, akan membuat kucing kuwuk ini tetap lestari.

Yuk jadi cat lover yang cerdas. Kalau lihat ada yang jual kucing kuwuk di medsos, jangan cuma di-skip, tapi bantu report atau lapor ke pihak berwenang!

Penulis : Hasbi