Darlings, kalau dengar istilah keanekaragaman hayati, mungkin yang langsung kebayang adalah hutan, berbagai jenis hewan, tumbuhan, atau istilah pelajaran sekolah yang dulu pernah kita dengar.
Kedengarannya cukup rumit. Padahal, kenyataannya dekat banget sama kehidupan sehari-hari, plus, kita menikmati hasil alam hampir setiap hari.
Makanan yang kita makan, air yang kita gunakan, kopi yang nemenin hari-hari kita, sampai keberlangsungan hidup kita di kota, adalah bagian dari kehidupan yang ditopang oleh alam dan memiliki keterikatan dengan berbagai makhluk hidup yang tinggal di dalamnya.
Ada hutan yang menjadi rumah bagi banyak satwa langka dan tumbuhan yang indah, laut yang menjadi tempat hidup berbagai biota, sungai yang mengalirkan air, dan mangrove yang tumbuh dan menjadi benteng terakhir pesisir.
Mungkin kita nggak selalu memikirkan semua itu ketika sedang sedang menjalani kehidupan pada umumnya. Makan, minum, atau menjalani rutinitas. Kita bangun di tengah kota, berangkat kerja atau kuliah, mampir untuk ngopi, makan siang, lalu pulang. Karena itu, ketika mendengar tentang hutan yang rusak, sungai yang tercemar, mangrove yang hilang, atau satwa yang kehilangan habitat, kabarnya kadang terasa jauh.
Nyatanya, ketika satu di antara ada yang terganggu, bisa mengganggu satu siklus ekosistem dan dampaknya bisa sampai ke hal-hal yang kita temui setiap hari.
Air yang kita gunakan, misalnya, membutuhkan lingkungan yang mampu menyimpan dan mengatur air dengan baik. Makanan yang sampai ke meja makan juga nggak muncul begitu saja. Ada tanah, air, tanaman, hewan, petani, dan banyak proses lain yang membuatnya bisa sampai ke piring di atas meja makan kita. Belum lagi kopi yang nemenin kita setiap hari, kopi yang rasanya nikmat itu, ada proses yang harus dilalui sebelum sampai di tumbler kita, ada tanaman kopi yang tumbuh, tanah yang menjadi tempatnya hidup, air yang dibutuhkan, petani yang merawat, sampai proses panjang sebelum akhirnya bisa kita nikmatin, setiap hari.
Hal yang sama juga berlaku untuk banyak benda dan makanan yang kita gunakan setiap hari. Kita sering menikmati hasil akhirnya tanpa sempat memikirkan proses yang ada di belakangnya.
Di sisi lain, ketika lingkungan mengalami kerusakan, siklus tersebut bisa terganggu. Itulah kenapa, meski kita jauh dari semua keindahan serta kekayaan alam yang menopang hidup kita, menjaganya itu sudah menjadi sebuah keharusan. Dan menjaga mereka, nggak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Kita bisa memulainya dari kebiasaan yang paling sederhana, dan paling dekat. Kita bisa memulai dengan untuk tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah, menggunakan sesuatu dan barang hingga tidak bisa digunakan lagi, menanam serta merawat pohon, atau kita bisa ikut aktivitas volunteering bersih-bersih sungai atau pantai, atau kalau punya waktu lebih, kita bisa ikut menanam dan merawat mangrove.
Kebiasan-kebiasaan di atas, mungkin tampak sederhana, tapi justru hal yang seperti ini membuat kita lebih sadar terhadap apa yang kita gunakan dan apa yang kita tinggalkan setelahnya. Kita menerima begitu banyak dari alam setiap hari. Makanan, air, berbagai bahan untuk berbagai kebutuhan, sampai tempat hidup bagi begitu banyak makhluk. Sekarang waktunya untuk sedikit lebih memperhatikan sekitar, lingkungan, dan bumi.
Karena menjaga alam bukan cuma tentang hutan yang jauh atau laut yang luas. Ada bagian dari alam yang hadir dalam keseharian kita, bahkan ketika kita tidak menyadarinya. Karena alam sudah memberikan begitu banyak untuk kita. Sekarang, giliran kita ambil bagian untuk menjaga dan merawatnya.