Darlings, tahukah kamu kalo di pedalaman hutan Kalimantan Timur, para peneliti berhasil mengidentifikasi jenis Rafflesia baru! Temuan ini membuktikan bahwa hutan Indonesia masih menyimpan sejuta rahasia yang belum terungkap.
Spesies ini diberi nama Rafflesia harjatii. Bunga raksasa yang identik dengan aroma menyengat ini ternyata merupakan kerabat dekat dari jenis Rafflesia yang ditemukan di Pulau Sumatera.
Rafflesia memang bukan bunga biasa. Dia tidak memiliki akar, daun dan batangnya sendiri.
Hidupnya menumpang pada tanaman rambat dari genus Tetrastigma, hidup bersembunyi selama berbulan-bulan dalam jaringan inang, kemudian memunculkan kuncup besar dan mekar hanya dalam hitungan hari.
Sedangkan Rafflesia harjatii tumbuh di hutan dataran rendah ketinggian 300-an meter di atas permukaan laut (mdpl). Ukurannya tergolong mungil untuk kategori bunga raksasa, dengan diameter berkisar 17 hingga 22 sentimeter.
Yang unik, spesies ini bercak putihnya tereduksi dan tidak dominan sehingga didominasi warna merah. Saat mekar, bagian diafragma bunganya lebih tebal dengan lubang bukaan yang cenderung sempit.
Perjalanan menemukan Rafflesia harjatii
Keberadaan bunga ini sebenarnya sudah diketahui sejak tahun 1980 karena berada di kawasan hutan milik perusahaan. Namun, baru pada 2019 populasinya dilaporkan secara resmi meski identitasnya belum dipastikan.
Penelitian intensif kemudian dilakukan oleh tim dari BRIN dan Universitas Bengkulu pada 2022. Melalui perbandingan morfologi dan analisis DNA yang mendalam, mereka resmi menyatakan bunga ini sebagai spesies baru.
“Penemuan spesies baru tidak bisa hanya berdasarkan temuan lapangan. Namun, ia juga harus melalui pembuktian morfologi dan genetik yang ketat,” menurut Ketua Tim Peneliti Universitas Bengkulu Agus Susatya.
Puspa endemik yang harus dilindungi
Berdasarkan pengamatan awal, Rafflesia harjatii berstatus sebagai bunga endemik Kalimantan Timur karena belum ditemukan di wilayah lain. Tim peneliti mencatat ada tiga kelompok populasi di lokasi tersebut.
Karena populasinya yang sangat terbatas dan spesifik, spesies ini sangat rentan terhadap perubahan fungsi hutan dan gangguan ekosistem.
Salah satu peneliti, Ridha Wahyuni, menjelaskan bahwa meskipun lokasinya berada di area konsesi perusahaan yang relatif terjaga dari aktivitas manusia, ancaman lain tetap mengintai.
"Tantangannya adalah faktor alam, seperti curah hujan tinggi yang perlu diantisipasi agar tidak merusak populasi yang ada," ujarnya.
Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) juga mendorong agar penemuan spesies baru ini dapat terlindungi, baik dari bunganya maupun habitatnya.
Penemuan Rafflesia harjatii adalah pengingat penting bagi kita semua bahwa kekayaan alam Indonesia begitu luas dan masih menyimpan banyak rahasia.
Tugas kita sekarang bukan hanya bangga akan temuan ini, tapi juga memastikan rumah bagi bunga unik ini tetap lestari.
Aku siap sadar lingkungan, kamu juga kan?