Mangrove, Benteng Terakhir Garis Pantai Indonesia

Darling Tanaman
Darling Air
Darling Sampah
Berita Darling
Darling Inspirasi
Mangrove, Benteng Terakhir Garis Pantai Indonesia
23 Oct 2026

Kalau ngomongin pantai, yang kebayang biasanya pasir putih, air jernih, dan langit sore buat foto. Jarang ada yang bilang, "Aku, pengen liat mangrove, dehh!!." Padahal di balik akar-akarnya yang mencuat dan kelihatan berantakan itu, mangrove bekerja tanpa jeda. Menahan ombak. Menyimpan karbon. Jadi tempat tinggal ribuan jenis makhluk hidup. Semua dilakukan tanpa minta perhatian. Mungkin ini saatnya kita kasih Mangrove sebanyak-banyaknya perhatian kita. 

Karena kamu tahu nggak, darlings, Indonesia itu pemilik ekosistem mangrove terluas di dunia. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, luas mangrove Indonesia tercatat sekitar 3,45 juta hektare. Itu kira-kira 20 persen dari seluruh mangrove di bumi. Satu dari lima tanaman mangrove di planet ini, kurang lebih, tumbuh di pesisir negara kita.

Keren? Banget. Tapi sedihnya, sepanjang tahun 1980 sampai 2025, Indonesia diperkirakan kehilangan sekitar 1,3 juta hektare mangrove. Penyebabnya macam-macam, alih fungsi lahan jadi tambak dan permukiman, abrasi, sampai kerusakan karena pencemaran. Jadi yang kita punya sekarang adalah sisa dari sesuatu yang dulu jauh lebih luas. Mangrove itu kalau diibaratkan, punya talenta yang banyak dan luar biasa yang nggak pernah libur meski tanggalan di kalender warna merah. 

  1. Mangrove bekerja sebagai penahan ombak dan abrasi. Akar mangrove yang rapat dan saling silang memecah energi gelombang sebelum sampai ke daratan. Pesisir yang punya sabuk mangrove cenderung lebih terlindung dari abrasi dibanding pesisir yang gundul.

  2. Gudang karbon ini bagian yang sering bikin kaget. Kalau dihitung per satuan luas, termasuk karbon yang tersimpan di dalam tanahnya, ekosistem mangrove bisa menyimpan karbon lebih banyak dibanding ekosistem daratan tropis. Beberapa pakar bahkan menyebut angkanya bisa tiga sampai lima kali lipat. Karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir dan laut seperti ini punya sebutan khusus, yaitu karbon biru.

  3. Tempat tumbuh ikan, dan satwa pesisi akar mangrove yang terendam air jadi tempat bertelur dan berlindung bagi ikan, udang, kepiting, dan kerang muda. Banyak hasil tangkapan nelayan sebenarnya "dibesarkan" di kawasan mangrove sebelum berenang ke laut lepas.

  4. Lumpur dan akar mangrove menjadi penyari alami buat membantu menahan sedimen dan sebagian zat pencemar dari darat sebelum sampai ke laut, sehingga perairan di depannya, termasuk terumbu karang dan padang lamun, ikut terjaga. Satu ekosistem, empat pekerjaan sekaligus. Dan semuanya gratis.

Hari ini, mangrove udah mulai masuk ke meja perencanaan negara. Pada konferensi iklim COP30 akhir 2025 lalu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru Indonesia. Disebutkan bahwa mangrove kita menyimpan cadangan karbon hingga ratusan juta ton. Lalu pada 2026, Bappenas merilis Peta Jalan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru 2026–2045. Salah satu lokasi yang disebut dalam rencana tindak lanjutnya ada di pesisir Demak dan Jepara, Jawa Tengah. Artinya, mangrove bukan lagi sekadar "tanaman di pinggir pantai". Dia sudah dianggap aset penting untuk menghadapi krisis iklim.

Pesisir utara Jawa termasuk wilayah yang paling merasakan dampak abrasi. Ada desa-desa yang garis pantainya mundur, bahkan ada yang sebagian daratannya sudah tergenang. Di sinilah upaya penanaman dan perawatan mangrove jadi penting. Lewat program Djarum Trees for Life, Djarum Foundation ikut mendukung konservasi mangrove di pesisir utara Jawa, salah satunya bersama warga yang selama bertahun-tahun memperbaiki sabuk mangrove di pesisir Semarang.

Darlings, menanam mangrove itu baru langkah pertama. Tapi ada rentetan aktivitas yang perlu kita lakukan berulang, bibit harus dirawat, dipantau, dan diganti kalau mati. Butuh bantuan kita buat menjaga agar mangrove itu tumbuh rimbun dan bertahan lama hingga manfaatnya punya dampak yang panjang. Dan kita nggak harus tinggal di pesisir untuk ikut menjaga mangrove. Kamu bisa ikut menanam, merawat, menjaga, dan mengajak teman-teman kamu buat ikut terlibat dalam menjaga mangrove di pesisir.