Mengapa Kebersihan Menjadi Budaya Orang Jepang?

Darling Sampah
Berita Darling
Darling Inspirasi
Mengapa Kebersihan Menjadi Budaya Orang Jepang?
24 Feb 2026

Darlings, kamu pernah bertanya-tanya gak sih kenapa orang-orang Jepang disiplin banget soal sampah? Jalanan bersih, nyaris tidak terlihat ada yang buang sampah di tempat umum.

Pada dasarnya, akar utama dari kebersihan jepang ini adalah kedisiplinan yang mengakar sejak kecil. Di Jepang, ada budaya “Shitsuke”, yaitu membiasakan diri bertanggung jawab atas diri mereka sendiri dan lingkungan sekitar.

Anak-anak ini, kemudian diajarkan merapikan perlengkapan sendiri, membersihkan ruang kelas tanpa petugas kebersihan hingga terbiasa antre sejak sekolah dasar.

Nilai “Shitsuke” ini kemudian membawa mereka menjadi dewasa.

Selain itu, ada rasa tanggung jawab kolektif bernama “Omoiyari”, yaitu empati terhadap orang lain. Mereka sadar jika tindakan pribadi akan berdampak pada orang sekitar. Maka, jika mengganggu ketertiban umum, mereka akan berpikir dua kali.

Mereka juga tetap membawa sampah mereka pulang, meski tidak menemukan tempat sampah.

Pendidikan karakter ini kemudian menjadi bagian penting di sekolah. 

 

Aturan buang sampah yang serius

Di Jepang, aturan soal buang sampah juga sangat serius. Hukumannya cukup berat, tergantung jenis pelanggaran dan lokasi tempat.

Semisal di Shibuya, Tokyo, dalam The Tokyo Reports menuliskan bahwa pemerintah distrik mengenakan denda sekitar 2.000 yen. Jika dirupiahkan, 200 sampai 250 ribu rupiah.

Sedangkan untuk kasus lebih serius, seperti membuang limbah besar secara ilegal dan besar-besaran, ia dianggap sebagai kriminal. Hukuman yang dikenakan bisa sampai penjara 5 tahun atau denda sampai 10 juta yen.

Kalo kamu ingin membuang sampah perabot rumah, hal tersebut juga tidak boleh dibuang bebas. Misalnya kamu membuang kulkas, lemari, televisi atau barang elektronik lain, ada aturan khususnya.

Tidak boleh taruh di tempat sampah umum begitu saja.

Pertama, kamu harus telepon atau daftar online ke pusat pengelolaan kota, kemudian jelaskan jenis barang dan ukurannya, kemudian mereka akan memberikan tanggal pengambilan dan biayanya, dan diberikan stiker. 

 

Edukasi soal sampah di Jepang

Ragam kategori edukasi soal sampah ini juga sangat disiplin dan berkesinambungan. Contohnya sampah daur ulang, yang menjadi kebiasaan untuk mengolah kembali agar kembali lebih bermanfaat. Aspal juga dilapisi bahan terbuat dari sampah daur ulang.

Selain itu, mereka memiliki kebiasaan mengelola dan membersihkan sampah terlebih dahulu sebelum dibuang. Banyak warga yang harus mencuci bersih sampahnya sebelum dibuang ke tempat sampah. 

Sampah yang dibuang pun tidak boleh berserakan. Sampah plastik harus digunakan sesuai dengan jenisnya, sampah organik dan anorganik jelas dipisah agar memudahkan dalam memilah sampah.

Selain itu, Jepang memiliki jadwal ketat dalam pembuangan sampah. Semua jenis sampah memiliki jadwalnya yang berbeda-beda. Semisal hari Senin adalah jadwal buang sampah yang tidak bisa dibakar, hari Kamis sampah yang bisa dibakar, dan hari yang lain adalah sampah-sampah besar. Jika lewat dari jam-jam tertentu, sampah tidak akan diambil oleh pihak pengelola.

Banyak banget kan yang bisa dipelajari dari Jepang, Darlings, agar negara kita bisa sebersih Jepang?

Yuk, pelan-pelan, mulai dari diri sendiri memilah sampah!

Penulis : Hasbi