Bagi kamu penggemar tanaman hias pastinya udah ga asing lagi dengan tanaman bambu rejeki. Tanaman ini sering juga disebut dengan nama bambu hoki. Namun perlu kamu ketahui, walaupun namanya bambu rejeki ini ternyata bukanlah benar-benar bambu loh.
Tanaman yang memiliki nama latin Dracaena sanderiana tersebut justru lebih mirip dengan jenis tanaman sukulen yang berasal dari wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan terkenal karena penggunaannya dalam Feng Shui yakni filosofi Tiongkok kuno yang berasal dari abad ke-9 SM selama lebih dari 5 ribu tahun.
Adapun beberapa manfaat dari bambu rejeki sehingga tanaman ini digemari banyak orang:
Ada beberapa aspek yang perlu kamu perhatikan untuk perawatan bambu rejeki ini, seperti:
Lebih menyukai sinar matahari yang terang dan tersaring. Kamu bisa meletakkan tanaman ini di tempat yang terhindar dari paparan sinar matahari langsung karena bisa menghanguskan daunnya. Namun, jika mulai meregang atau warna hijau daunnya terlihat memudar, berikanlah lebih banyak cahaya.
Kamu dapat menanamnya dalam pot yang dikeringkan dengan baik dan pastikan bahwa tanahnya harus tetap lembab, namun tidak basah kuyup. Selain itu, bambu rejeki juga dapat berkembang dengan baik ketika ditempatkan di media tanam kerikil atau vas yang hanya berisi air. Tapi, pastikan bahwa tanamannya benar-benar terendam air setidaknya sedalam 2 cm.
Sangat sensitif terhadap klorin dan bahan kimia lain yang biasa ditemukan di air ledeng. Maka, sebaiknya menyiramnya dengan air kemasan atau air suling, atau air keran yang telah dibiarkan selama 24 jam untuk memungkinkan klorin menguap.
Akar bambu hoki yang sehat berwarna merah. Air akan berwarna merah jika tumbuh di vas, maka gantilah airnya setiap minggu agar terhindar dari penyakit.
Lebih menyukai suhu yang hangat, yakni berkisar antara 18 - 32 ⁰C. Jika kamu ingin menanamnya di rumah, hindari menempatkannya di depan AC, ventilasi udara pemanas, atau di dekat jendela yang berangin.
Layaknya tanaman hias lainnya, tanaman bambu rejeki juga perlu diberi nutrisi tambahan dari pupuk. Kamu hanya perlu menambahkan setetes pupuk cair setiap bulannya. Selain menggunakan pupuk cair, kamu juga bisa menemukan alternatif lain dengan membeli pupuk khusus untuk tanaman bambu rejeki. Semoga bermanfaat.***
Sumber: orami.co.id