Ngopi Doang Gak Cukup, Sekarang Kopi pun Harus Berkelanjutan

Darling Tanaman
Darling Air
Darling Inspirasi
Ngopi Doang Gak Cukup, Sekarang Kopi pun Harus Berkelanjutan
23 Feb 2026

Ngopi sekarang bukan cuma soal tempat estetik dan foto buat story ya, Darlings.  Anak muda udah mulai mikir, kopi ini ramah lingkungan nggak, sih?

Di luar negeri, hal ini udah jadi marak banget diterapkan. Kita ngopi gak cuma mikirin soal kopinya apakah arabica atau robusta, lebih dari itu, prosesnya juga dicek.

Industri kopi pun demikian. Data dari Mintel nunjukin kalo hampir setengah produk kopi global yang rilis pada tahun 2020 udah ngebranding diri mereka punya klaim etis dan ramah lingkungan.

Menurut mereka, itu lonjakan tersebut naik hampir dua kali lipat dari tahun 2012. 

Praktik pengemasannya juga udah mulai beda. Menurut Natgeo, beberapa coffeeshop udah nerapin zero plastic, pengemasan ramah lingkungan, pembelian kopi ‘hijau’ hingga operasional roastery.

Mereka mengklaim memprioritaskan tanggung jawab lingkungan, sosial dan ekonomi.

Dan hal ini tahu gak gara-gara apa? Yak, betul. Hal ini terjadi karena perubahan perilaku konsumen, atau kita, yang semakin aware soal isu lingkungan!

Bahkan dalam studi Institute for Sustainable Development menemukan bahwa 43% konsumen kopi dipengaruhi oleh pilihan “kopi etis” dan “ramah lingkungan”.

 

Regulasi Kopi Berkelanjutan

Konsumen gen Z kini semakin sadar kalo hal-hal kecil dalam hidup, salah satunya ngopi, memiliki peran penting buat memilih mana yang baik buat dia atau enggak.

Beberapa orang dateng ke tempat kopi membawa tumblernya masing-masing, agar enggak terlalu banyak plastik yang terbuang dalam sekali nongkrong.

Beberapa lainnya juga membawa sedotan besi, karena biasanya coffeeshop memberikan sedotan plastik dalam jumlah yang masif.

Kesadaran kritis ini menjadi sorotan bagi Quin Kepes, Direktur Program Senior di Verite, sebuah organisasi internasional yang fokus kepada hak asasi manusia di industri kopi.

“Bangkitnya keberlanjutan sebagai kata kunci mencerminkan tuntutan masyarakat luas untuk perubahan,” kata dia.

Karenanya muncul peran sertifikasi dalam setiap kopi yang masuk dan disajikan. Beberapa di antaranya seperti Fairtrade Internasional dan Rainforest Alliance.

Fairtrade Internasional memfokuskan kepada kerja-kerja petani kopi, bikin harga kopi lebih adil dan kondisi kerja lebih manusiawi. 

Di sana ada sistem harga minimum plus dana tambahan premium yang bisa dipakai komunitas petani buat bangun sekolah, fasilitas, atau meningkatkan usaha mereka.

Sedangkan Rainforest Alliance ada logo katak hijau. Fokusnya ke perlindungan hutan, keanekaragaman hayati, dan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Tetap ada aspek sosial, tapi highlightnya di lingkungan.

Kira-kira begitu guys untuk lebih kita pahami soal ngopi ramah lingkungan ini.

Gimana ngopi ramah lingkungan ala kamu, Darlings?

Penulis : Hasbi