Ngomongin lingkungan kadang terasa seperti ngomongin sesuatu yang jauh. Hutan, perubahan iklim, sampah di laut, sampai satwa yang terancam punah. Semuanya penting, tapi sering kali terasa bukan bagian dari keseharian kita.
Padahal, lingkungan juga ada di tempat kita belajar, jalan menuju kelas, duduk ngobrol bersama teman, sampai tempat kita membuang sampah setelah makan. Mungkin, dari sanalah kepedulian bisa dimulai. Bukan dari pertanyaan, “Apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi?” yang terdengar begitu besar. Tapi dari pertanyaan yang lebih dekat, which “Apa yang bisa kita lakukan dari tempat kita berada sekarang?”
Pertanyaan sederhana ini menjadi bagian dari semangat Green Campus Sadar Lingkungan, program Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) yang hadir di Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI). Melalui program ini, mahasiswa diajak mengenal persoalan lingkungan lebih dekat, bertukar perspektif, dan menemukan cara untuk ikut mengambil bagian dari lingkungan tempat mereka belajar.
Langkah pertamanya dimulai lewat Green Orientation, yang menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNJANI dan diikuti oleh 6.120 mahasiswa baru. Green Orientation bukan hanya mengenalkan sebuah program. Di dalamnya, mahasiswa diajak berdiskusi mengenai isu lingkungan dan mendengar pengalaman dari mereka yang sudah lebih dulu mengambil langkah.
Dalam kegiatan ini turut hadir juga Program Officer BLDF Dandy Mahendra, perwakilan Pandawara Group, serta Fidela Rahma Zerlinda, mahasiswi FITKes UNJANI sekaligus Duta Lingkungan Jawa Barat 2026. Pertemuan ini mempertemukan pengalaman yang berbeda, tetapi membawa satu hal yang sama dalam mendiskusikan mengenai kepedulian itu nggak harus punya bentuk yang sama, tapi yang terpenting konsisten dan berkelanjutan.
Kita bisa memilih turun langsung ke lapangan, atau hanya menyampaikan cerita sadar lingkungan lewat konten, kita bisa mengajak orang lain bergerak, dan kita bisa memulainya dari lingkungan kampus sendiri. Jadi, kalau selama ini aksi lingkungan terasa seperti sesuatu yang harus selalu besar, mungkin kita bisa mulai melihatnya dengan cara dan perspektif yang berbeda dan lebih dekat dengan keseharian kita sendiri. Kita nggak harus langsung mengubahnya itu menjadi sesuatu yang besar, tapi kita bisa mulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu Kampus kita sendiri.
Dan dari rangkaian kegiatan Green Campus Sadar Lingkungan, Green Orientation menjadi awal bagi mendorong aksi nyata yang dapat dilakukan mahasiswa dan dimulai dari kampus. Perjalanan ini kemudian berlanjut melalui Green Narrative, Green Leader Conference, hingga Green Impact Project. Mahasiswa nggak hanya diajak memahami isu lingkungan, tetapi juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan gagasan, belajar menyampaikan cerita, memperkuat kepemimpinan, dan mencoba menerjemahkan ide menjadi Green Action.
Karena kepedulian nggak berhenti ketika kita sudah tahu sebuah masalah. Ada saatnya kita mencoba melakukan sesuatu, dan kampus bisa menjadi salah satu ruang untuk memulainya. Salah satu langkah dalam kolaborasi ini adalah penyerahan simbolis 30 pasang tempat sampah terpilah dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation kepada UNJANI. Hal ini dilakukan guna untuk mendorong aksi nyata yang dimulai dari kebiasaan baik yang lebih mudah untuk dilakukan.
Melalui rangkaian Green Campus Sadar Lingkungan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan gagasan dan mengambil peran dalam menghadirkan solusi dengan cara yang lebih dekat, dan relevan. Lewat rangkaian ini, mahasiswa mendapat ruang untuk belajar, mengembangkan gagasan, dan mencoba mengambil peran dalam menjaga lingkungan di sekitar kampus.