Sampah Nasi Basi Jadi Nutrisi? Yuk, Bikin Cairan Hidroponik Sendiri!

Darling Tanaman
Darling Sampah
Darling Inspirasi
Sampah Nasi Basi Jadi Nutrisi? Yuk, Bikin Cairan Hidroponik Sendiri!
28 Feb 2025

Hai Darlings! Siapa bilang hidroponik itu ribet dan mahal? Sebenarnya, banyak bahan alami di sekitar kita yang bisa jadi cairan nutrisi untuk hidroponik, lho! Dari ampas tahu, kulit pisang, hingga air cucian beras semuanya bisa dimanfaatkan. Tapi kali ini, kita pakai bahan yang paling dekat dan sering dianggap sampah: nasi basi! Daripada dibuang dan bikin bau, lebih baik kita olah jadi sesuatu yang bermanfaat. Yuk, simak cara bikinnya!

 

Kenapa Nasi Basi?

Yes, Darlings, daripada dibuang dan bikin bau, kita manfaatkan nasi basi jadi nutrisi hidroponik yang kaya mikroba baik yang bisa membantu proses fermentasi dan menghasilkan nutrisi untuk tanaman hidroponik. Selain itu, nasi juga punya karbohidrat yang bisa diurai jadi sumber energi bagi tanaman. Biar makin mantap, kita biarkan nasi basi berjamur dulu atau tambahkan daun kering dan sampah hijau lainnya untuk hasil terbaik. Yuk, kita buat!

Bahan yang Diperlukan:

  • 1 mangkuk nasi basi (lebih bagus kalau sudah berjamur)
  • 1 liter air bersih
  • 1 sendok gula merah (opsional, sebagai tambahan energi untuk fermentasi)
  • Segenggam daun kering atau sampah hijau (kulit sayur, sisa daun teh, dll.)
  • 1 botol plastik atau wadah tertutup

Cara Membuat:

  1. Biarkan nasi basi di tempat terbuka hingga muncul jamur putih. Ini tandanya mikroba baik sedang berkembang.
  2. Masukkan nasi basi ke dalam wadah.
  3. Tambahkan air, gula merah, dan daun kering atau sampah hijau. Lalu aduk rata.
  4. Tutup wadah, tapi jangan terlalu rapat agar gas fermentasi bisa keluar.
  5. Diamkan selama 3-5 hari di tempat teduh. Setiap hari, buka sebentar tutupnya untuk menghindari tekanan gas berlebih.
  6. Setelah fermentasi selesai, cairan akan berbau sedikit asam dan berbusa. Saring ampasnya, dan cairannya siap digunakan!

Cara Menggunakan:

  • Campurkan cairan ini dengan air bersih dalam perbandingan 1:10 (1 bagian nutrisi, 10 bagian air).
  • Gunakan sebagai larutan nutrisi untuk sistem hidroponik atau sebagai pupuk cair untuk tanaman di tanah.

Eits Darlings, jangan lupa ampasnya jangan dibuang ya. Bisa jadi pupuk, lho!

Setelah menyaring cairan nutrisi, ampas fermentasinya masih kaya nutrisi. Cara menggunakannya gampang banget:

  1. Keringkan ampas di bawah sinar matahari.
  2. Taburkan langsung di sekitar tanaman sebagai pupuk organik.
  3. Campurkan dengan tanah untuk memperbaiki kesuburannya.

Dengan cara ini, limbah dapur bisa berubah jadi penyelamat tanaman! Gampang, murah, dan ramah lingkungan. Gimana, darlings? Tertarik coba?

Aku siap sadar lingkungan, kalian juga kan.

Penulis : SD