Tanaman Zaman Es Ini Hidup Lagi Setelah 32.000 Tahun

Darling Tanaman
Berita Darling
Darling Inspirasi
Tanaman Zaman Es Ini Hidup Lagi Setelah 32.000 Tahun
06 Mar 2026

Darlings, 32.000 tahun yang lalu, kamu lagi ngapain? Pasti belum lahir lah, ya, hahaha. Itu zaman di mana bumi masih ditutupi es. Kayak film di Ice Age, ada gajah purba, macan purba dan sebagainya.

Tapi tahu gak, kalo peneliti dari Rusia berhasil membuat tumbuhan dari 32.000 tahun lalu itu kembali tumbuh dan hidup?

Nama tanaman tersebut adalah Silene Stenophylla yang terakhir mekar di era Pleistosen akhir. Puluhan ribu tahun tidur, ia bisa come back baru-baru ini.

Ketemu di sarang tupai zaman es

Cerita awalnya dimulai ketika para peneliti Rusia ini menggali lapisan permafrost, lapisan tanah beku yang gak pernah mencair sejak zaman es.

Di kedalaman 38 meter itu, mereka menemukan sarang tupai Arktik purba. Nama ilmiah tupainya adalah Spermophilus parryii, punya hobi nyetok makanan buat musim dingin panjang.

Nah di dalam sarangnya itu, ada ribuan biji dan buah yang membeku sempurna selama puluhan ribu tahun.

Melalui penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences yang dikutip Mongabay, sarang yang cepat membeku, ditambah kondisi kedap udara, membuat pembekuan Silene stenophylla semakin oke dan awet.

Kemudian para peneliti ini mencoba menghidupkannya kembali. Awalnya ia dikecambahkan dengan cara biasa, namun gagal.

Percobaan lainnya mereka memakai teknik kultur jaringan. Mereka ambil jaringan plasenta dari buah yang belum matang, kemudian sel-sel tidur ini ‘dibangunkan’ dalam laboratorium.

Teknik ini secara efektif membangunkan sel yang tertidur dari zaman es agar membelah dan berdiferensiasi kembali.

Sebanyak 36 tanaman berhasil diregenerasi, tanaman purba ini kemudian tumbuh dengan normal, berbunga dan menghasilkan benih yang subur.

Secara bentuk konon mirip banget dengan versi modernnya di Siberia. Namun ada detail perbedaannya, di mana mahkota tanaman purba lebih lebar.

Di satu sisi, ini adalah kabar baik buat konservasi. Sebab secara teori metode ini bisa membantu menghidupkan kembali tanaman yang punah atau hampir punah.

Namun di satu sisi, mengetahui lapisan es purba yang kini mencair lebih cepat karena krisis iklim, menyebabkan kita tahu kalo ada kemungkinan ‘hal-hal’ purba lainnya bisa menjadi hidup.

Ilmuwan khawatir akan ada virus atau bakteri kuno yang ikut terlepas saat mencair.

Kayak film-film sci-fi ya? Pertanyaannya adalah apakah kita siap dengan konsekuensinya jika lapisan es purba itu mencair?

Penulis : Hasbi