Ternyata Orca Punya 'Sirkel' dan Bahasa Gaul Sendiri!

Berita Darling
Darling Fauna
Darling Inspirasi
Ternyata Orca Punya 'Sirkel' dan Bahasa Gaul Sendiri!
12 Apr 2026

Pernah ngerasa asing banget di tongkrongan baru gara-gara bahasa mereka beda? Ternyata, hal yang sama juga dialami sama orca, si apex predator yang super aesthetic di laut!

Di kedalaman samudra, ada satu spesies yang nggak kalah "picky" soal pergaulan dan cara ngomong. Yes, we are talking about Orca (Orcinus orca). Makhluk yang sering dijuluki Killer Whale ini ternyata punya level kecerdasan sosial yang bikin kita geleng-geleng kepala. 

Mereka nggak cuma renang sana-sini buat nyari makan, tapi mereka punya budaya, tradisi, dan yang paling keren: dialek!

Bayangin lo lagi liburan ke luar negeri, terus lo ketemu sesama orang Indonesia tapi mereka ngomongnya pakai dialek yang lo bener-bener nggak paham.

Bingung kan? Nah, orca juga gitu. Para ilmuwan nemuin kalau tiap kelompok orca atau yang biasa disebut 'pod', punya kumpulan suara yang unik. Ada bunyi klik, siulan, sampe panggilan berdenyut yang cuma dimengerti sama anggota sirkel mereka sendiri.

Hal yang bikin ini makin mind-blowing adalah kenyataan kalau bahasa ini bukan insting dari lahir. Orca belajar bahasa dari nyokap, bokap, dan tante-om mereka di dalam kelompok.

Ini bener-bener definisi "social learning". Jadi, kalau ada orca dari perairan Islandia tiba-tiba nyasar ke Antartika, dia bakal ngerasa kena culture shock parah karena nggak ada yang nyambung pas diajak ngobrol. Literally, lost in translation di tengah laut!

Terus gimana nih sama orca yang ada di perairan kita sendiri? Di Indonesia, orca itu sering banget terpantau lagi "staycation" di tempat-tempat hits kayak Laut Sawu, Alor, perairan Sulawesi, sampe Raja Ampat.

Tapi ada satu hal yang unik nih dari orca lokal kita. Mereka cenderung lebih introvert alias pendiam banget kalau dibandingin sama sepupu mereka di luar negeri.

Kenapa bisa gitu? Ternyata ini masalah strategi bertahan hidup. Orca di perairan tropis kayak Indonesia seringnya berperan sebagai pemburu mamalia laut lain.

Mangsa mereka, kayak lumba-lumba atau anjing laut, punya pendengaran yang tajem banget. Jadi, kalau orca-orca ini berisik pas lagi nyari makan, mangsanya bakal langsung kabur.

Makanya, orca lokal kita milih buat pakai silent mode. Efisien dan mematikan, kan? Agak ngeri-ngeri sedap sih. Hehe.

Selain buat ngobrol, dialek ini punya fungsi yang jauh lebih penting: identitas. Lewat suara, orca bisa tahu siapa keluarga inti mereka dan mana "orang baru". 

Ini juga cara pinter mereka buat menghindari salah pilih pasangan. Mereka cenderung nyari pasangan yang punya dialek sedikit beda tapi masih dalam satu frekuensi, tujuannya biar nggak terjadi perkawinan sedarah atau inbreeding

Fenomena dialek orca ini nunjukin kalau laut itu bukan cuma air doang, tapi ada "peradaban" lain di dalamnya.

Mereka punya cara buat bonding, punya cara buat berburu yang diajarin turun-temurun, dan punya sistem komunikasi yang rapi banget. Ini yang bikin orca jadi salah satu makhluk paling cerdas di bumi yang harus kita lindungi.

Jadi, lain kali kalau lo lagi diving atau dapet kesempatan buat liat orca di Raja Ampat, inget ya kalau mereka mungkin lagi ngebahas "update" laut hari itu pakai bahasa yang cuma sirkel mereka yang tahu. 

Don't forget to keep our ocean clean, biar sirkel orca ini tetep bisa eksis dan ngobrol cantik sampe ribuan tahun lagi. Stay fab and eco-friendly, ya Darlings!

 

Sumber:

Deecke, V. B., et al. (2000). Dialect change in resident killer whales. Nature.

Ford, J. K. (1991). Family-specific killer whale dialects. Canadian Journal of Zoology.

Whale Stranding Indonesia (WSI). Basis data kejadian dan kemunculan cetacea di Indonesia.

The Cetacean Ecology and Whale Watching Group. Riset mamalia laut regional Asia Tenggara.

Penulis : SD