Hai Darlings!
Kalian pernah lihat terumbu karang warna-warni di laut yang cantiknya kayak pelangi? Nah, sayangnya, sekarang banyak dari mereka lagi nggak baik-baik aja. Mereka lagi kena yang namanya coral bleaching atau pemutihan karang. Iya, karangnya jadi putih pucat, kayak kehilangan semangat hidup. Sedih banget, kan?
Coral bleaching itu kejadian saat terumbu karang “stres” karena suhu laut yang naik, biasanya karena pemanasan global. Karang itu hidup bareng alga kecil bernama zooxanthellae, mereka kayak sahabat karib. Alga ini bantu karang dapet makanan dan warna cantiknya.
Tapi kalau laut kepanasan, alga ini keluar dari tubuh karang. Tanpa alga, karang jadi lemah, putih pucat, dan bisa mati kalau stresnya kelamaan. Itulah kenapa disebut bleaching, bukan karena karangnya ikut tren glowing, tapi karena mereka lagi sekarat.
Padahal Indonesia tuh rumah buat lebih dari 500 spesies karang, alias raja keanekaragaman terumbu karang dunia. Tapi sekarang, dari Sabang sampai Papua, banyak spot yang kena bleaching. Tim peneliti dari IPB nemuin kondisi ini di Pulau Pari, Pulau Air, Pulau Pramuka, Panggang, Kotok, bahkan Pulau Macan. Suhu laut naik terus, air makin asam, dan sampah-sampah yang juga semakin nambah. Karang makin susah napas, Darlings.
Tanpa terumbu karang, jutaan ikan kehilangan tempat tinggal. Ekosistem laut bisa kolaps.
Karang jadi penghalang ombak besar. Tanpa mereka, abrasi dan banjir rob makin sering.
Nelayan, pariwisata, dan penyelaman semuanya tergantung karang yang sehat.
Hemat listrik, naik sepeda, kurangi kendaraan bermotor.
Kalau snorkeling/berenang di laut. Banyak sunscreen biasa bisa meracuni karang!
Sekali injak, bisa rusak bertahun-tahun.
Sampah plastik di laut bikin karang makin stres.
Banyak komunitas yang lagi kerja keras rawat karang, ikut donasi atau volunteer, yuk!
Karang itu bukan cuma hiasan laut, tapi pondasi kehidupan bawah laut yang luar biasa. Mereka mungkin diam dan nggak bisa teriak, tapi mereka jelas minta tolong.
Aku siap sadar lingkungan, kalian juga kan.