Tips Buat Hidup Di Dunia Yang Dikepung Mikroplastik

Darling Sampah
Berita Darling
Darling Inspirasi
Tips Buat Hidup Di Dunia Yang Dikepung Mikroplastik
26 Feb 2026

Nyatanya, mikroplastik kini udah jadi bagian dari hidup manusia. Seringkali kita gak sadar kalo makanan, minuman dan baju kita berperan memaparkan mikroplastik dalam hidup kita.

Bahayanya tentu buat kesehatan. Mikroplastik jika terakumulasi dalam tubuh dapat memicu peradangan, gangguan hormon, gangguan pernapasan dan penyakit lainnya.

Bahkan menurut studi yang diselenggarakan World Wildlife Fund (WWF), tiap pekannya manusia rata-rata mengonsumsi plastik sampai dengan 5 gram atau berpotensi setara dengan selembar kartu ATM.

Namun bukan berarti kita gak bisa menghadapi dunia mikroplastik ini, guys. Kita masih bisa lho mengurangi paparan tersebut dengan bijak memakai hal-hal sederhana yang sering kita pakai sehari-hari.

 

Meminum air tanpa kemasan plastik

Minum air kemasan plastik seringkali menjadi kebiasaan kita jika kita lupa membawa tumbler di jalan.

Namun ternyata mikroplastik yang tidak terlihat itu terkandung di dalam air yang larut di tenggorokan kita.

Di banyak negara maju, air keran terfiltrasi menjadi pilihan utama dalam menghindari mikroplastik dari air minum. Sebab, botol plastik dapat melepaskan ribuan partikel akibat gesekan dan degradasi material selama distribusi.

Air yang paling aman, menurut sejumlah penelitian, adalah air hasil filtrasi Reverse Osmosis (RO). Teknologi tersebut mampu menyaring partikel hingga skala mikro, melalui mekanisme pembersihan yang rapat.

Namun perlu dicatat, air hasil filtrasi RO juga memiliki resiko terfilternya mineral yang dibutuhkan tubuh.

 

Kurangi makan dengan wadah plastik

Seringkali kita memasak dan menyimpan makanan dalam wadah plastik. Padahal dalam prosesnya, makanan tersebut dapat meluruhkan mikroplastik dari hasil penguapan dan pemanasan makanan tersebut.

Sebagai gantinya, kita dapat menggunakan peralatan makan dan penyimpanan berbahan kaca atau stainless

 

Udara dan hujan mengandung plastik kecil

Bahkan udara yang kita hirup pun bisa mengandung mikroplastik. Ia bisa berasal dari serat, pakaian, perabotan yang luruh dan bersatu dalam debu-debu rumah.

Di luar sana juga demikian, sejumlah riset mengungkapkan bahwa sebagian hujan di Indonesia telah mengandung mikroplastik.

Hal terpenting yang harus dipahami adalah mikroplastik tidak menyerap melalui kulit. Jadi, terkena air hujan secara fisik tidak akan membuat plastik "masuk" ke dalam pori-pori Anda.

Justru saat air hujan tersebut mengering. Partikel plastik yang tertinggal di permukaan seperti baju, kendaraan dan lantai bisa tertiup angin, berpeluang untuk terhirup atau tertelan jika mencemari sumber makanan dan air.

 

Jika sudah terpapar, bagaimana?

Bagaimana dong kalo kita udah secara gak sadar terpapar? Nah, cara yang paling efektif adalah memakan makanan yang mengandung serat yang tinggi, seperti buah-buahan, biji-bijian.

Makin cepat sisa mikroplastik di dalam keluar dari tubuh, semakin sedikit waktu mikroplastik mengendap dan bersentuhan di dinding usus.

Rajin berolahraga juga akan membantu melepaskan beban kimia yang menyertai paparan mikroplastik.

Selain itu jika hujan, kamu bisa gunakan jas hujan dengan material pvc yang oke dan berkualitas tinggi. Selain itu menggunakan masker juga membantu melindungi secara langsung dari mikroplastik yang terhirup.

Pada akhirnya, mikroplastik memang ancaman yang tak terlihat, tapi bukan berarti kita tak berdaya.  Dengan kombinasi yang tepat, kita memberikan proteksi terbaik bagi tubuh dari dalam.

Punya tips lain untuk mengurangi plastik di rumah? Aku siap sadar lingkungan, kamu juga kan?

Penulis : Hasbi