Choose a Language

98 Tahun Sumpah Pemuda: Kamu Bukan "Cuma Satu Orang", Kamu Adalah Awal

Darling Sampah
Berita Darling
Darling Inspirasi
98 Tahun Sumpah Pemuda: Kamu Bukan
28 Oct 2026

"Ah, cuma bawa tumbler doang, emang bikin plastik langsung ilang?"

Darlings, jujur, pikiran kayak gini pasti pernah mampir di kepala kita. Di tengah berita krisis iklim, sampah yang menumpuk, dan satwa yang terancam punah, usaha kecil kita sering terasa nggak ada artinya. Kita cuma satu orang. Masalahnya sebesar itu. Jadi, buat apa?

Menjelang 28 Oktober, ada baiknya kita menengok ke belakang, ke sebuah momen ketika sekelompok pemuda membuktikan bahwa dari "cuma beberapa orang" bisa mengubah arah sebuah bangsa.

1928: Ketika Pemuda Memilih Bersatu

Pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang berkumpul dalam Kongres Pemuda II di Batavia, yang kini kita kenal sebagai Jakarta. Mereka datang dari organisasi kedaerahan yang berbeda-beda, dengan bahasa ibu dan budaya yang beragam.

Di sana, mereka mengikrarkan tiga hal--bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia. Ikrar itu kita kenal sebagai Sumpah Pemuda.

Coba kamu bayangin konteksnya. Saat itu belum ada negara Indonesia. Belum ada media sosial untuk menyebarkan gagasan. Tapi semangat dari ruang kongres itu terus menjalar, menginspirasi gerakan yang lebih besar, hingga akhirnya Indonesia merdeka 17 tahun kemudian.

Pelajarannya sederhana, perubahan besar jarang dimulai dari banyak orang. Biasanya dimulai dari sedikit orang yang berani, konsisten, lalu diikuti yang lain.

2026: Tantangannya Beda, Semangatnya Sama

Hampir seabad kemudian, tantangan generasi muda Indonesia sudah sangat berbeda. Kita nggak lagi berjuang melawan penjajah, tapi menghadapi tantangan lain yang juga butuh persatuan menjaga bumi yang kita tinggali bersama.

Datanya cukup jelas. Menurut SIPSN Kementerian Lingkungan Hidup, sisa makanan menyumbang 40,77% dan plastik 20,52% dari komposisi sampah nasional pada 2025. Satwa endemik seperti Macan Tutul Jawa dan Elang Jawa masih berstatus terancam punah. Indonesia juga kehilangan sekitar 204 ribu hektare mangrove sejak 1985.

Masalah sebesar ini memang nggak bisa diselesaikan satu orang. Tapi juga nggak akan selesai kalau setiap orang menunggu orang lain bergerak duluan.

Matematika Sederhana dari Aksi Kecil

Yuk, kita hitung bareng. Misalnya kamu biasa membeli satu botol air minum kemasan setiap hari. Kalau kamu beralih ke tumbler, dalam setahun ada sekitar 365 botol plastik yang nggak jadi sampah.

Sekarang, bayangkan kalau kebiasaan ini diikuti lima teman tongkrongan kamu. Lalu masing-masing dari mereka mengajak lima orang lagi. Dari satu orang, efeknya bisa berlipat jadi puluhan, ratusan, bahkan ribuan.

Ini bukan sekadar soal botol plastik. Ini soal efek domino. Ketika kamu konsisten melakukan sesuatu, orang di sekitarmu melihat. Ada yang penasaran, ada yang ikut mencoba, dan pelan-pelan kebiasaan itu menjadi hal yang "normal". Di situlah perubahan budaya terjadi.

Mulai dari Mana?

Nggak perlu langsung melakukan semuanya. Pilih satu yang paling dekat dengan keseharianmu:

  • Bawa tumbler dan totebag setiap keluar rumah, dan pakai berulang kali.
  • Habiskan makananmu. Ambil secukupnya, kalau kurang tinggal nambah.
  • Pilah sampah minimal jadi dua: organik dan anorganik.
  • Ikut komunitas. Gabung aksi bersih pantai, tanam mangrove, atau kegiatan konservasi di kotamu.
  • Gunakan suaramu. Bagikan informasi lingkungan yang akurat di media sosial. Satu unggahan bisa membuka mata banyak orang.

Dan yang paling penting: ajak teman kamu. Karena gerakan selalu dimulai dari dua orang yang saling menguatkan.

Kamu Adalah Awal

Para pemuda 1928 mungkin juga sempat ragu apakah ikrar mereka akan berarti sesuatu. Tapi mereka tetap melangkah. Dan langkah itu mengubah sejarah.

Hari ini, giliran kita. Kamu bukan "cuma satu orang". Kamu adalah awal dari sesuatu yang lebih besar.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, Darlings! Ketik "Siap Sadar Lingkungan" di kolom komentar Instagram @siapdarlingkalau kamu ikut bersumpah, dan tag satu teman yang mau kamu ajak siap sadar lingkungan bareng.

Penulis : SD AL