Pergantian tahun sering dimaknai sebagai awal baru. Kalender berganti, resolusi disusun ulang, dan banyak orang berharap bisa meninggalkan kebiasaan lama. Namun di balik semangat tersebut, ada satu kenyataan yang sering terlupakan, lingkungan tidak ikut mendapatkan tombol “reset” saat tahun berganti.
Masalah lingkungan tetap berjalan tanpa jeda. Sampah yang dihasilkan selama liburan akhir tahun masih menumpuk, kerusakan ekosistem hutan, dan krisis iklim terus berlanjut. Bahkan, di penghujung tahun kita dihadapkan dengan bencana alam.
Euforia perayaan sering kali membuat perhatian terhadap lingkungan mereda. Padahal, perubahan nyata tidak datang dari momen sesaat, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari. Cara kita membuang sampah, memilih produk, menggunakan energi, hingga bepergian, semuanya berkontribusi pada kondisi lingkungan jangka panjang.
Tahun 2026 seharusnya tidak hanya diisi dengan resolusi besar yang mudah dilupakan, tetapi juga komitmen kecil yang konsisten. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah sendiri, memilah sampah, dan lebih sadar dalam konsumsi adalah langkah sederhana yang bisa dilakukan tanpa menunggu momen khusus.
Awal tahun bukan tentang memulai segalanya dari nol, melainkan melanjutkan kepedulian tanpa putus oleh pergantian kalender. Lingkungan tidak mengenal tahun baru, dan tanggung jawab menjaganya adalah proses yang berjalan setiap hari.