Choose a Language

Bangga Akan Kekayaan Alam Indonesia

Darling Tanaman
Darling Air
Berita Darling
Darling Fauna
Darling Inspirasi
Bangga Akan Kekayaan Alam Indonesia
06 Oct 2026

Kalau ngomongin Indonesia, rasanya nggak cukup cuma bangga sama laut dan pulau-pulaunya. Kita juga punya begitu banyak satwa yang hanya bisa ditemukan di negeri ini. Ada Elang Jawa, burung pemangsa yang memang endemik Pulau Jawa. Ada juga Macan Tutul Jawa, subspesies macan tutul yang hanya ditemukan di Pulau Jawa. Keduanya merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia.

Elang Jawa bahkan punya hubungan yang cukup dekat dengan identitas Indonesia. Bentuknya dianggap mengingatkan kita pada Garuda, dan pemerintah menetapkannya sebagai satwa nasional pada 1993. Di alam, Elang Jawa juga berperan sebagai predator puncak yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Data terbaru Direktorat Jenderal KSDAE memperkirakan populasi Elang Jawa sekitar 511 pasang atau kurang lebih 1.000 individu di alam liar. Mereka tersebar di sejumlah habitat di Pulau Jawa dan sangat bergantung pada kawasan hutan untuk mencari makan, bertengger, dan berkembang biak.

Macan Tutul Jawa juga punya cerita yang nggak kalah penting. Dalam laporan kemajuan Java-Wide Leopard Survey yang diterbitkan pemerintah pada Februari 2025, populasinya diperkirakan sekitar 350 individu dewasa di alam. Satwa ini terutama ditemukan di 29 petak habitat, yang sebagian besar berada di kawasan taman nasional. Beberapa habitatnya relatif kecil dan terisolasi, sementara fragmentasi habitat menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga keberadaan Macan Tutul Jawa.

Angka-angka ini mungkin terasa seperti sekadar data di layar. Tapi di baliknya ada satwa yang membutuhkan hutan untuk mencari makan, berkembang biak, berlindung, dan menjalani hidupnya. Ketika habitat semakin terpecah atau kondisi lingkungan berubah, ruang yang mereka punya juga ikut berubah. Di sinilah rasa bangga kita terhadap Indonesia rasanya nggak cukup berhenti di kata “kaya”. Kita memang punya hutan, laut, sungai, mangrove, dan berbagai ekosistem yang menjadi rumah bagi begitu banyak kehidupan. Tapi kekayaan alam juga datang bersama tanggung jawab untuk menjaganya.

Dan kita nggak harus menjadi peneliti atau bekerja di kawasan konservasi untuk ikut ambil bagian. Kita bisa mulai dari hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, nggak membeli atau memelihara satwa liar sembarangan. Satwa liar punya kebutuhan dan perilaku yang berbeda dengan hewan peliharaan. Membawa mereka keluar dari habitatnya bukan cara untuk menunjukkan rasa sayang. Kita juga bisa lebih memperhatikan apa yang kita tinggalkan ketika berada di alam: mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, tidak meninggalkan sampah di hutan atau laut, dan tidak membuang sampah ke sungai yang akhirnya bisa terbawa ke ekosistem lain.

Hal lain yang nggak kalah penting adalah mulai mencari tahu. Cari tahu satwa apa saja yang dilindungi di Indonesia, kenali habitatnya, dan ikuti informasi dari sumber yang kredibel. Di media sosial, kita juga bisa ikut membagikan informasi tentang satwa dan lingkungan selama sumbernya jelas. Kelihatannya sederhana, memang. Tapi kepedulian sering kali dimulai dari rasa ingin tahu. Dari tahu, kita jadi sadar. Dari sadar, kita bisa lebih hati-hati menentukan apa yang kita lakukan.

Karena semakin kita tahu, semakin kita sadar bahwa satwa bukan sekadar bagian dari alam yang kita banggakan. Mereka punya rumah, punya kehidupan, dan membutuhkan ruang untuk tetap hidup di alamnya. Kita mungkin nggak bisa menjaga semua satwa secara langsung, tapi kita bisa memilih untuk nggak ikut menambah masalahnya. Kita bisa lebih bijak dengan apa yang kita beli, apa yang kita pelihara, apa yang kita buang, dan bagaimana kita bersikap ketika berada di alam.

Indonesia punya begitu banyak alasan untuk dibanggakan. Elang Jawa yang masih terbang di atas hutan Jawa, Macan Tutul Jawa yang masih bertahan di habitatnya, laut yang luas, hutan, sungai, mangrove, dan berbagai kehidupan lain yang mungkin nggak selalu kita lihat, tapi keberadaannya tetap penting. Jadi, Darlings, mungkin rasa bangga kita sama Indonesia akan terasa lebih berarti kalau dibarengi dengan kesadaran untuk ikut menjaganya.

Bangga sama Indonesianya, sadar sama alamnya, dan ikut jaga isinya. Karena mereka juga bagian dari Indonesia.

Penulis : SD