Choose a Language

Barang-barang ini Bisa Banget Buat Beli Bekasnya

Darling Sampah
Berita Darling
Darling Inspirasi
Barang-barang ini Bisa Banget Buat Beli Bekasnya
03 Jun 2026

Ada momen tertentu di hidup di mana kamu buka marketplace, scroll tiga puluh menit, terus checkout sesuatu yang sebenernya bisa kamu dapetin dengan harga sepersepuluhnya — kalau mau sedikit lebih sabar.

Bukan soal pelit. Bukan soal gaya hidup minimalis yang estetik buat di-post ke Instagram. Ini soal sadar bahwa beberapa jenis barang emang nggak worth it dibeli baru, baik untuk kantong maupun untuk planet yang kita tinggali bersama.

Buku

Buku baru itu seringkali mahal. Buku bekas itu juga buku yang sama, tapi harganya bisa 50–80% lebih murah. 

Isinya identik. Ilmunya sama. Satu-satunya yang beda adalah ada nama orang lain di halaman pertama dan mungkin beberapa coretan pensil yang justru kadang bikin baca makin seru. 

Toko buku bekas, grup jual beli buku di media sosial, atau platform seperti Carousel bisa jadi surga kalau kamu tahu harus ke mana.

Furnitur

Lemari, meja belajar, rak buku, kursi ini adalah kategori barang yang nilainya turun drastis begitu keluar dari toko, tapi kualitasnya sering kali masih sangat layak pakai selama bertahun-tahun. 

Furnitur solid wood bekas bahkan sering lebih kuat dari furnitur flatpack baru yang harganya lebih mahal. Marketplace secondhand penuh dengan furnitur kondisi bagus dari orang yang pindah rumah atau renovasi. 

Tambahin sedikit usaha buat bersihin atau ngecat ulang, hasilnya bisa lebih keren dari yang baru.

Pakaian

Ini yang paling obvious tapi juga paling sering diabaikan. Industri fashion adalah salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia, dan membeli barang bekas adalah salah satu cara paling langsung buat nggak ikut-ikutan nyumbang ke sana. 

Selain itu, kamu bisa nemuin piece yang justru lebih unik dan berkarakter dibanding yang ada di fast fashion. Store barang bekas, preloved shop di Instagram, sampai garage sale dadakan — semuanya layak dicek sebelum kamu beli baju baru.

Peralatan yang jarang dipakai

Bor listrik. Tangga lipat. Mesin jahit. Kamu beli baru, dipakai dua kali, terus nangkring di gudang sampai kiamat. Untuk barang-barang yang pemakaiannya incidental kayak gini, opsi terbaik adalah beli bekas, pinjam dari tetangga, atau nyewa. Seriously, ada platform penyewaan alat di beberapa kota besar yang bisa bantu kamu pakai sesuatu tanpa harus memilikinya selamanya.

Gadget dan elektronik

Smartphone refurbished, laptop ex-display, kamera bekas — pasar secondhand untuk elektronik sudah sangat mature dan terpercaya kalau kamu tahu cara ceknya. Spesifikasi yang sama dengan harga jauh lebih murah, dan kamu juga nggak ikut mendorong permintaan produksi baru yang proses manufakturnya menghasilkan limbah elektronik dalam jumlah besar. Win-win.

Peralatan olahraga

Gym equipment adalah kategori yang orang beli dengan penuh semangat di awal tahun, dipakai dua minggu, lalu jadi jemuran. Akibatnya, pasar bekas untuk treadmill, dumbbell, sepeda statis, dan sejenisnya selalu melimpah — dengan harga yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Mending kamu yang jadi pembelinya.

Mainan dan perlengkapan anak

Anak-anak tumbuh cepat. Barang yang mereka pakai di usia dua tahun sudah nggak relevan di usia empat. Ini artinya pasar bekas untuk stroller, baju bayi, sepatu anak, sampai mainan edukatif selalu segar dan penuh pilihan. Orang tua lain yang anaknya sudah kebesaran akan sangat senang kalau barangnya bisa dipakai lagi.

Beli baru bukan selalu salah. Tapi sebelum checkout, ada baiknya tanya dulu ke diri sendiri: ini beneran perlu dibeli baru, atau cuma kebiasaan?

Karena sering kali, yang terbaik buat kamu dan buat lingkungan adalah barang yang sudah ada — yang cuma butuh pemilik baru. ♻️

Penulis : Hasbi