Choose a Language

Buah Kepel, Si Wangi Khas Keraton yang Hampir Dilupakan

Darling Tanaman
Darling Inspirasi
Buah Kepel, Si Wangi Khas Keraton yang Hampir Dilupakan
27 Aug 2025

Halo Darlings,

Pernah bayangin nggak, ada buah yang bisa bikin tubuhmu harum alami, kayak pakai parfum tapi dari dalam? Bukan mitos, bukan sulap, ini nyata dan berasal dari budaya Jawa. Namanya buah kepel, alias Stelechocarpus burahol, si wangi elegan yang dulu cuma bisa dinikmati para putri keraton.

Kepel bukan buah biasa. Dulu, buah ini dianggap “privilege” eksklusif buat kalangan ningrat. Putri keraton zaman dulu mengonsumsinya secara rutin karena katanya, kepel bisa bikin tubuh wangi lembut seperti bunga dan segar kayak rempah. Nggak perlu semprot-semprot pewangi, cukup dari dalam, tubuh udah beraroma menawan. Nggak heran kalau buah ini disebut parfum alami khas Jawa.

Tapi sayangnya, seiring waktu dan perubahan gaya hidup, kepel mulai jarang ditemui. Persebarannya yang dulu cukup luas di Pulau Jawa kini mulai menyempit. Beberapa masih bisa ditemui di wilayah DIY dan sekitarnya, terutama di halaman-halaman keraton, taman konservasi, atau kebun botani. Tanamannya tinggi, rindang, daunnya hijau pekat, dan buahnya tersembunyi di batang, seperti malu-malu tapi menyimpan rahasia.

Lalu, gimana sih cara “pakai” buah ini? Gampang kok, Darlings. Buahnya dimakan langsung saat matang, biasanya rasanya manis lembut, sedikit mirip sawo tapi dengan sensasi rempah ringan. Efek wangi dari dalam tubuh biasanya muncul kalau dikonsumsi rutin dalam jumlah yang cukup. Tapi ingat, ini bukan fast effect ya, kayak proses alami, semua butuh waktu dan konsistensi.

Untuk kamu yang tertarik membudidayakan kepel, sebenarnya cukup bersahabat kok. Dia bisa tumbuh dari biji dan suka tempat yang teduh. Nggak harus lahan luas, yang penting tanahnya subur dan dirawat dengan cinta. Karena tanaman ini tergolong lambat tumbuh, kamu perlu sabar, tapi percayalah, buah dan manfaatnya worth it banget.

Darlings, dalam dunia yang serba instan, kepel ngajarin kita untuk menghargai proses. Dari biji yang tumbuh perlahan, buah yang disembunyikan di batang, sampai aroma yang muncul bukan karena disemprot, tapi karena dijaga dari dalam. Ini bukan sekadar buah, tapi cerita budaya, keanggunan, dan warisan yang sayang banget kalau hilang begitu aja.

Yuk, kenali, jaga, dan sebarkan lagi si wangi khas keraton ini. Karena siapa tahu, aroma masa depan bisa dimulai dari buah yang (hampir) terlupa.

 

Aku siap sadar lingkungan, kalian juga kan.

 

Referensi sumber:

  • RRI
  • jogjaprov.go.id
Penulis : SD