Choose a Language

Capung Jadi Jarang Terlihat, Kenapa Ya?

Darling Tanaman
Darling Air
Capung Jadi Jarang Terlihat, Kenapa Ya?
09 Nov 2022

Kenapa ya akhir-akhir ini jarang terlihat Capung? Ternyata hal tersebut ada sangkut pautnya loh dengan masalah lingkungan. Penasaran? Yuk, simak terus ulasannya berikut ini.

Capung masuk dalam ordo Odonata yang memiliki dua sub orde, yakni Zygoptera dan Anisoptera ini merupakan serangga yang berperan penting dalam keseimbangan ekosistem karena menjadi salah satu bioindikator lingkungan perairan yang bersih.

Persatuan Internasional Konservasi Alam (IUCN) menemukan bahwa setidaknya 16 persen dari sekitar 6 ribu capung yang diidentifikasi rentan, terancam punah, bahkan sangat terancam punah.

Faktor Menghilangnya Capung

Para peneliti menyebutkan juga bahwa hilangnya rawa dan lahan basah lainnya yang disebabkan oleh urbanisasi dan pertanian yang tidak berkelanjutan menjadi faktor pendorong penurunan capung global secara cepat.

Dr. Bruno Oberle selaku Direktur Jenderal IUCN menjelaskan keberadaan rawa dan lahan basah menyimpan karbon, memberikan air bersih dan makanan, melindungi banjir, dan menawarkan habitat bagi satu dari spesies yang ada di dunia. Akan tetapi, menurut temuan terbaru,  ekosistem ini menghilang tiga kali lebih cepat daripada hutan.

Menurut Craig Hilton-Taylor selaku Kepala Red List IUCN juga mengungkapkan bahwa penilaian ilmiah terbaru menunjukkan dunia telah kehilangan 35% lahan basahnya dalam rentang tahun 1970 dan 2015. Tingkat kerugian yang diakibatkan oleh hilangnya lahan ini turut mengalami peningkatan.

Seorang ahli biologi yang telah mempelajari capung selama beberapa dekade, Viola Klausenitzer menyebut temuan IUCN sebagai 'tanda peringatan' dan mengatakan dia khawatir bahwa sebagian besar dari mereka terancam punah karena banyak yang tidak dapat dinilai karena kesenjangan data seperti yang diberitakan Reuters pada 9 Desember 2021.

Apa yang Terjadi Jika Capung Menghilang?

Pengurangan jumlah predator lahan basah seperti capung akan menyebabkan jumlah nyamuk semakin meningkat. Pasalnya, keberadaan nyamuk dapat membawa penyakit seperti malaria dan demam berdarah di iklim hangat.

Capung sendiri merupakan hewan yang banyak menghabiskan waktu hidupnya dalam bentuk nimfa. Nimfa adalah bentuk ukuran hewan saat masih muda  yang tidak mengalami perubahan sampai berubah menjadi dewasa. Nah, Nimfa ini akan berubah menjadi capung dewasa dan hidup sehari untuk bereproduksi. 

Jumlah spesies yang secara resmi terdaftar sebagai spesies terancam punah saat ini melebihi 40 ribu, hal itu berdasarkan data dari Red List IUCN pada 9 Desember 2021. Desman Pyrenean, hewan yang tinggal di sungai, menempati kategori terancam punah dari yang sebelumnya rentan karena kehilangan habitatnya.***

Sumber: detik.com

Penulis : GLG