Choose a Language

Dari Sisa Seduhan, Ampas Kopi Jadi Nutrisi untuk Tanaman

Darling Tanaman
Berita Darling
Darling Inspirasi
Dari Sisa Seduhan, Ampas Kopi Jadi Nutrisi untuk Tanaman
12 Feb 2026

Bisnis toko kopi atau coffeeshop semakin menjamur, dalam satu hari bisa terkumpul ampas kopi puluhan kilogram. Dan tidak sedikit toko kopi menggunakan ampas kopi untuk dikumpulkan atau digunakan kembali sebagai pengharum ruangan atau di kamar mandi. Namun bagi rumah tangga, ampas kopi hanya dianggap limbah dapur yang langsung berakhir di tempat sampah. Padahal, sisa seduhan kopi itu menyimpan potensi untuk dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai pupuk alami untuk tanaman.

Tren memanfaatkan ampas kopi sebagai pupuk sebenarnya bukan hal yang baru. Tapi belakangan, kebiasaan ini semakin populer di kalangan anak muda seiring meningkatkanya kesadaran lingkungan, dan tentang gaya hidup ramah lingkungan serta konsep zero waste.

Kenapa Ampas Kopi Bisa Jadi Pupuk?

Secara ilmiah, ampas kopi mengandung sejumlah unsur penting yang dibutuhkan tanaman, terutama nitrogen, fosfor, dan kalium. Ketika unsur inilah yang dikenal sebagai nutrisi utama yang membantu pertumbuhan daun, akar, dan bunga.

Menurut publikasi dari Royal Horticultural Society (RHS), ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan kompos karena kaya nitrogen dan mampu memperbaiki struktur tanah. Sementara itu, penelitian yang dirangkum oleh Oregon State University Extension Service juga menyebutkan bahwa ampas kopi memiliki kandungan organik yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Selain unsur hara, tekstur dari ampas kopi yang cenderung kasar dapat membantu tanah menjadi lebih gembur dan meningkatkan daya serap air.

Dalam jumlah yang tepat, ampas kopi bisa menjadi sumber nutrisi organik yang baik untuk tanaman rumah. Cara ini juga merupakan solusi sederhana untuk mengurangi limbah dapur sehari-hari.

Cara Pakainya Nggak Ribet

Mengolah ampas kopi jadi pupuk ternyata cukup mudah dan bisa langsung dipraktikkan di rumah. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:

  1. Ditaburkan langsung ke media tanam
    Ampas kopi kering bisa ditaburkan tipis di permukaan tanah sebagai tambahan nutrisi organik.
  2. Dicampur ke dalam kompos
    Berdasarkan panduan dari United States Environmental Protection Agency (EPA), ampas kopi termasuk material organik yang aman dicampurkan dalam proses pengomposan.
  3. Dilarutkan menjadi pupuk cair sederhana
    Ampas kopi bisa dicampur air dan didiamkan beberapa jam, lalu airnya digunakan untuk menyiram tanaman.

Meski bermanfaat, penggunaannya tetap perlu bijak. Mengacu pada rekomendasi University of California Agriculture and Natural Resources, penggunaan ampas kopi sebaiknya tidak berlebihan karena sifatnya yang cukup asam dan bisa memengaruhi pH tanah jika dipakai terlalu banyak.

Dari Kebiasaan Kecil, Dampaknya Besar

Bagi generasi muda yang akrab dengan budaya ngopi, kebiasaan ini bisa menjadi langkah sederhana tapi nyata untuk lingkungan. Daripada dibuang begitu saja, ampas kopi bisa diolah kembali dan memberi manfaat baru.

Langkah kecil ini juga sejalan dengan prinsip reduce, reuse, recycle, yang kini makin sering digaungkan dalam berbagai gerakan peduli lingkungan. Karena sering kali perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan kecil di rumah, dan mengolah ampas kopi adalah contoh paling sederhana yang bisa dilakukan siapa saja.

Ngopi Iya, Buang Limbah Sembarangan Jangan

Memanfaatkan ampas kopi sebagai pupuk mungkin terdengar sepele. Tapi justru dari hal sesederhana inilah gaya hidup ramah lingkungan bisa dimulai. Dari secangkir kopi yang kita nikmati setiap hari, ada kesempatan untuk ikut menjaga bumi, bahkan hanya dengan memindahkan ampas kopi dari tempat sampah ke pot tanaman.

Jadi lain kali habis ngopi, ingat satu hal, ampasnya jangan buru-buru dibuang. Bisa jadi, tanaman di rumah lebih membutuhkannya daripada tempat sampah.