Apa yang kamu bayangin soal nyamuk? Dengungnya yang nyebelin dan muter di sekitar telinga? Atau hal-hal yang bersinggungan dengan penyakit seperti demam berdarah?
Pada dasarnya, nyamuk adalah serangga kecil yang termasuk dalam keluarga Culicidae. Kayak vampir, mereka dikenal dengan kebiasaannya yang menghisap darah manusia untuk berkembang biak.
Tapi tahukah kamu kalo nyamuk jantan, sebenarnya gak menggigit? Hanya nyamuk betina yang menghisap darah karena mereka membutuhkan protein untuk menghasilkan telur.
Selain itu mereka berkembang biak di air yang tergenang, seperti genangan hujan, pot, tanaman atau wadah air.
Karenanya sering orang tua kita nyuruh buat nutup air mandi di ember, biar gak dijadikan sarang oleh nyamuk.
Nah, kamu tahu gak, di belahan dunia sana, ada sebuah negara yang tidak ada nyamuk satu pun?
Nyamuk ogah tinggal di negeri utara ini
Cuma Islandia satu-satunya negara di dunia yang secara alami gak punya populasi nyamuk. Aneh dan unik, karena di kutub pun, mereka masih mempunyai spesies nyamuk yang aktif.

Islandia dari atas, sumber: tempo.co
Ketiadaan nyamuk di sini disebabkan kondisi iklim, seperti iklim dan siklus beku yang tidak stabil, kemudian lingkungan fisik di Islandia yang tidak menyediakan genangan air hangat yang dibutuhin nyamuk buat berkembang biak.
Selain itu, letak geografis negara ini yang cukup terpencil menyebabkan spesies ini tidak bisa masuk ke pulau besarnya.
Negara kepulauan di Atlantik Utara ini tentunya menimbulkan pertanyaan dari ilmuwan, mengingat negara tetangga seperti Greenland dan Norwegia justru mempunyai populasi nyamuk aktif.
Biasanya di negara beriklim kutub seperti Greenland dan Alaska, nyamuk dapat bertahan dengan berhibernasi dalam bentuk telur dan larva.
Kemudian mereka melanjutkan perkembangannya saat musim semi tiba.
Namun iklim maritim Islandia cenderung tidak stabil. Dalam satu musim dingin, suhu udara bisa mengalami fluktuasi drastis dan kemudian mencair beberapa hari.
Perubahan suhu ini gak bisa dialami oleh larva nyamuk dan menyebabkan kematian dini sebelum mereka dewasa.
Selain itu, suhu musim panas di Islandia cenderung rendah dengan rata-rata 10 sampai 13 derajat celcius. Temperatur ini terlalu rendah bagi nyamuk berkembang dari larva ke tahap dewasa.
Namun status negara tanpa nyamuk ini bisa jadi cuma sementara, Darlings. Sebab, krisis iklim menyebabkan suhu rata-rata di Islandia terus alami peningkatan, dan musim panas cenderung lebih panjang dari tahun ke tahun.
Cuaca yang memanas ini memungkinkan nyamuk di wilayah tetangga untuk mencoba menetap di Islandia. Jika suhu dan lingkungan sudah menyerupai wilayah tempat mereka hidup, maka bukan gak mungkin peluang hidup nyamuk di Islandia meningkat.
Bagaimana denganmu Darlings, berminat buat nyoba tinggal di negara tanpa nyamuk? 🦟❄️