Choose a Language

Di Rumania, Kamu Gak akan Lihat Sampah Air Kemasan Plastik Berserakan di Jalanan

Darling Sampah
Berita Darling
Darling Inspirasi
Di Rumania, Kamu Gak akan Lihat Sampah Air Kemasan Plastik Berserakan di Jalanan
11 Mar 2026

Selama hidup di Indonesia, pernah gak sih kamu bepergian tanpa melihat satu air kemasan plastik berserakan di jalanan, trotoar atau taman-taman?

Terdengar sebuah impian ya, Darlings. Tapi hal itu sebenernya udah terjadi di Rumania.

Padahal pada 2022 Rumania adalah negara yang berada dalam posisi terbawah dalam daftar ekonomi daur ulang di Eropa. Sampah plastik kemasan adalah pemandangan biasa di sana.

Namun situasinya cepat berubah, hanya perlu dua tahun. Negara ini membuat sebuah gagasan dan sistem yang disebut Deposit Return Scheme (DRS) Circular, yang mana memberlakukan sistem deposit untuk botol dan kaleng minuman.

Contoh gampangnya gini, kamu bayar buat beli air minum kemasan dengan harga lima ribu Rupiah. Nah, dari pembelian itu, kamu harus nambah seribu Rupiah lagi yang kemudian menjadi deposit.

Uang seribu rupiah tersebut bakal kembali ke kamu, kalo kamu berhasil ngembaliin kemasan kosongnya ke mesin pengumpul yang tersebar di supermarket.

Memanfaatkan Sampah Daur Ulang: Langkah Menuju Lingkungan yang Lebih  Berkelanjutan - RRI.co.id
Zero waste, sumber: gayahidup.rri.co.id

Di Rumania, orang-orang mendepositkan 0,50 leu atau sekitar seribu Rupiah untuk setiap botol atau kaleng.

Supermarket juga proaktif agar program daur ulang ini berlangsung. Mereka juga mengumpulkan botol atau kaleng bekas saat pengiriman belanja ke rumah, kemudian memberikan kredit cashback ke akun pelanggan sebagai imbalan.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dijual ke perusahaan daur ulang, yang kemudian menjual kembali bahan tersebut kepada produsen air kemasan.

Hasilnya, survey menunjukkan kalo lewat program ini 8 miliar botol dan kaleng berhasil dikumpulkan. 4,5 miliar di antaranya botol plastik dan kemudian diolah kembali menjadi bahan baku baru berkualitas.

 

Deposit Return Systems Drive Recycling and Sustainability - Reverse  Logistics Group
Tempat penukaran botol di DRS Circular, sumber: rev-log.com 

“Sekarang jika kamu pergi ke Rumania, hampir tidak melihat botol berserakan. 90 persen warga Rumania pernah menggunakan sistem ini dan sekitar 60 persen rutin mengembalikan botol mereka,” kata CEO Returo, Gemma Webb, perusahaan nirlaba yang mengelola program ini, melalui Positive News.

Sistem DRS circular juga sebenarnya sudah diikuti oleh beberapa negara lain di Eropa. Di Jerman, mereka memiliki sistem yang mirip dengan Rumania, di mana ketika kita mengembalikan botol atau kaleng bekas, uang dikembalikan sebagai voucher belanja.

Sedangkan di Norwegia, dampaknya sangat tinggi bagi masyarakat. 97 persen botol plastik dan 95 persen kaleng kemasan dikembalikan untuk didaur ulang.

Yang menarik, di sana pemerintah memberikan pajak bagi industri minuman, dan jika tingkat daur ulang nasionalnya tinggi, pajak lingkungan mereka diturunkan.

DRS Circular menjadi program yang menarik karena memberi nilai ekonomi pada sampah. Botol atau kaleng adalah ‘uang’ yang bisa dikembalikan, dan orang jarang buang sampah sembarangan karena ada deposit yang harus dibayar.

Program ini juga akan diberlakukan resmi di Inggris pada 2027. Negara-negara seperti Polandia, Turki dan Bulgaria pun menyusul.

Menarik melihat perkembangan ini secara kebijakan praktis yang mendukung keberlangsungan lingkungan.

Kalo di Indonesia diterapkan, bakalan efektif gak yah, Darlings? Apa pendapatmu?

Penulis : Hasbi