Choose a Language

Duyung Si ‘Putri Laut’ Pengikat Karbon yang Jarang Disadari

Berita Darling
Darling Fauna
Darling Inspirasi
Duyung Si ‘Putri Laut’ Pengikat Karbon yang Jarang Disadari
17 Apr 2026

Darling tau gak, kalo di Indonesia tuh ada “Putri Duyung” yang mampu mengikat karbon? Ya, dia adalah mamalia laut bernama “Dugong” atau yang dikenal dalam bahasa Melayu, “Duyung”.

Di perairan hangat Indonesia ini, satwa lucu ini justru memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan bumi.

Duyung adalah herbivora yang gemar memakan lamun atau seagrass. Aktivitas memakan ini ternyata bukan sekadar bertahan hidup lho, melainkan bagian dari proses alami yang membantu ekosistem laut tetap sehat.

Saat duyung merumput, mereka merangsang pertumbuhan lamun baru yang lebih produktif. Padang lamun yang sehat dan membentang pulau-pulau di Indonesia ini menjadi salah satu penyerap karbon yang paling efektif di bumi.

Padang lamun adalah kumpulan tumbuhan laut yang hidup di perairan dangkal dan jernih. Di Indonesia, lamun tersebar luas dari Raja Ampat hingga Kepulauan Seribu.

Ekosistem ini menjadi rumah bagi banyak biota laut seperti ikan kecil, penyu, hingga duyung atau dugong.

Lewat proses fotosintesis, lamun menyerap karbon dioksida (CO₂) dari air laut dan atmosfer. Karbon ini kemudian disimpan dalam daun dan akar lamun, dan melalui sedimen lapisan tanah di bawah laut.

Menariknya karbon yang tersimpan di sedimen lamun ini bisa bertahan ratusan hingga ribuan tahun. Sebagai negara kepulauan, negara ini memiliki potensi besar dalam penyimpan karbon berbasis laut.

Padang lamun di Indonesia ini diperkirakan mampu menyimpan jutaan ton karbon berbasis laut. Menjadikannya aset penting dalam menghadapi perubahan iklim.

Sedangkan Mamalia satu ini memiliki karakteristik warna yang cenderung abu-abu dengan permukaan kulit yang halus dengan berat tubuh mencapai 250 hingga 930 kilogram.

Saat baru lahir, dugong memiliki warna pucat. Namun lambat laun akan menjadi warna abu. Hewan mamalia ini memiliki sirip dengan panjang 35 hingga 45 cm, siripnya berguna untuk pendorong dan kemudi.

Penyebarannya di perairan Indonesia terdapat di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Sulawesi Maluku hingga Papua serta dapat ditemui di Kepulauan Bintan, Pulau Seram, Pulau Kai.

Namun kehidupan ikan dugong ini cukup perlu diawasi karena terdapat ancaman-ancaman perkembangbiakan seperti perburuan satwa liar, habitatnya yang semakin tergerus hingga berhadapan dengan predator lain.

Sayang kan kalo kita nantinya gak bisa ketemu duyung lagi di alam liar? Menurut kamu, hal kecil apa yang bisa kita lakuin buat jaga laut? Tulis di kolom komentar ya!

 

Referensi:
WWF Indonesia
GNFI
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
IUCN Red List

 

Penulis : Hasbi