Choose a Language

Kenalin, Wood Wide Web: Cara Pohon Ngobrol dan Networking dengan Pohon Lain

Darling Tanaman
Berita Darling
Darling Inspirasi
Kenalin, Wood Wide Web: Cara Pohon Ngobrol dan Networking dengan Pohon Lain
27 Apr 2026

Pernah merasa burnout dengan hiruk-pikuk kota dan merasa sendirian di tengah keramaian? Well, mungkin kita perlu menunduk sejenak ke arah tanah. Di bawah aspal beton dan trotoar tempat kita melangkah, tersimpan sebuah rahasia "networking" paling canggih sejagat raya.

Di dunia botani, ada istilah keren bernama Wood Wide Web. Ini bukan sekadar istilah teknis yang membosankan, melainkan sebuah sistem komunikasi bawah tanah yang menghubungkan pepohonan melalui jaringan jamur mikoriza. 

Bayangkan ini sebagai koneksi Wi-Fi alami, namun tanpa drama sinyal lemot atau kuota habis. Melalui jaringan ini, pohon-pohon di hutan—bahkan yang berbeda spesies sekalipun, saling "ngobrol", berbagi makanan, hingga saling melindungi.

Di Indonesia, sistem komunikasi bawah tanah ini terjadi sangat masif di hutan-hutan primer kita. Ambil contoh pohon Meranti (Shoria) yang menjadi raksasa di hutan Kalimantan dan Sumatra.

Meranti dikenal sangat bergantung pada jaringan mikoriza untuk tumbuh. Ketika musim berbuah massal tiba, pohon-pohon Meranti seolah memiliki "kalender rahasia" yang sama untuk berbuah secara serentak, sebuah koordinasi tingkat tinggi yang diyakini dibantu oleh sinyal kimia melalui akar mereka.

Tak hanya Meranti, pohon Beringin (Ficus) yang sering kita temui di sudut kota besar pun punya cerita serupa.

Meski sering dianggap mistis, secara biologis Beringin adalah "social butterfly" yang luar biasa. Akar gantungnya yang ikonik dan sistem akar bawah tanahnya yang luas memungkinkan mereka menjadi penghubung utama bagi tanaman-tanaman kecil di sekitarnya.

 

Mother Tree: Sang Ibu Jejaring

Dalam jaringan sosial ini, ada sosok yang disebut sebagai Mother Trees. Ini adalah pohon-pohon paling tua, paling besar, dan paling berpengalaman di hutan. Mereka bertindak sebagai pusat saraf (hub) dari seluruh jaringan komunikasi. 

Mother Trees mengenali bibit-bibit muda di bawah kanopi mereka dan secara aktif menyalurkan nutrisi ekstra agar si "junior" bisa tumbuh kuat meski tertutup rimbunnya dedaunan senior.

Mother Trees mengajarkan bahwa peran mentor yang sebenarnya adalah memastikan generasi berikutnya punya fondasi yang kuat untuk bertahan hidup di masa depan yang menantang.

Jika ada serangga yang mulai menyerang satu batang pohon di ujung hutan, pohon tersebut akan mengirimkan sinyal kimia berupa peringatan darurat melalui jaringan bawah tanah tersebut. Dalam hitungan jam, pohon-pohon di sekitarnya akan mulai memproduksi zat kimia pahit di daun mereka untuk mengusir hama sebelum serangan sampai ke tempat mereka.

Ini adalah sistem early warning yang jauh lebih efektif daripada grup WhatsApp kantor yang sering kali penuh dengan pesan OOT. Mereka tidak butuh banyak bicara untuk saling menjaga; mereka hanya butuh terkoneksi secara mendalam.

 

Belajar dari Pohon

Sebagai manusia urban yang dinamis, kita sering kali terlalu fokus pada layar gadget hingga lupa bahwa koneksi fisik dan emosional adalah nutrisi utama jiwa. 

Fenomena Wood Wide Web ini bukan cuma soal sains lingkungan, tapi juga soal filosofi hidup. Alam mengajarkan bahwa kesunyian hutan sebenarnya adalah sebuah simfoni kerja sama yang sangat sibuk.

Mungkin sudah saatnya kita mengambil jeda dari rutinitas, pergi ke taman kota, dan menyadari bahwa di bawah kaki kita ada pelajaran berharga tentang empati. 

Bahwa menjadi kuat bukan berarti berdiri paling tinggi sendirian, melainkan tentang seberapa luas jaringan cinta dan dukungan yang kita bangun di bawah permukaan. Karena pada akhirnya, kita semua terhubung dalam satu jaringan besar yang sama.

 

Sumber:
Finding the Mother Tree: Discovering the Wisdom of the Forest (2021)
The Hidden Life of Trees: What They Feel, How They Communicate (2016)
"Peran Mikoriza dalam Pertumbuhan Bibit Dipterocarpaceae" - IPB University

 

Penulis : SD