Choose a Language

Meranti Kuning: Raksasa Hutan Kalimantan yang Diam-diam Menyentuh Langit dan Hampir Punah

Darling Tanaman
Berita Darling
Darling Inspirasi
Meranti Kuning: Raksasa Hutan Kalimantan yang Diam-diam Menyentuh Langit dan Hampir Punah
24 Apr 2026

 

"Ini adalah pohon berbunga tertinggi yang pernah diukur di mana pun di bumi, dan ia tumbuh di hutan Borneo."

 Tim Peneliti Universitas Oxford & Universitas Nottingham, Frontiers in Forests and Global Change, 2019

 

Kalau aja hutan hujan tropis punya raja, pasti dialah rajanya. Nama ilmiahnya adalah Shorea faguetiana, biasa dikenal sebagai meranti kuning, yang diam-diam menyentuh langit dan menjulang tinggi.

Meranti kuning bukanlah sekadar pohon besar biasa, dia adalah keluarga dari pohon yang mendominasi kanopi hutan hujan tropis Asia Tenggara.

Yang unik, pohon ini tercatat menjadi pohon berbunga tertinggi yang pernah diukur di bumi. Pohon yang dijuluki “Menara” ini, merupakan satu individu pohon yang berada di Danum Valley Conservation Area, Sabah, Malaysia. Tingginya mencapai sekitar 100,8 meter, Setara gedung 30 lantai!

Pertama kali terdeteksi pada 2014 lewat survei udara menggunakan LiDar (laser scanner). Tim dari Universitas Oxford dan Nottingham kemudian menelusuri hutan ke lokasinya untuk memindai pohon secara langsung.

“Menara” berdiri di lereng ketinggian 436 mdpl, di lembah terlindung tanpa terekspos angin kencang, dengan mahkotanya membentang hingga 40 meter.

Tentu Pohon ini tentunya gak tumbuh dalam semalam. Mereka perlu ratusan tahun untuk mencapai ukuran tersebut, dengan ekosistem yang stabil tanpa gangguan besar, dalam waktu lama.

Genus ini di wilayah Malaysia aja ditemukan hingga 163 spesies. Spesies yang termasuk meranti kuning antara lain Shorea acuminatissima, Shorea faguetiana, hingga Shorea multiflora. Di Indonesia, mereka tersebar di pulau Sumatera dan seluruh pulau Kalimantan.

Pada umumnya, meranti kuning dapat mencapai tingginya berkisar dari 20 hingga 60 meter dengan diameter 150 cm. Bentuk batangnya silindris lurus, dengan batang bebas cabang bisa mencapai 10 hingga 45 meter.

Kayunya juga luar biasa. Ia berada di level kelas kuat II - IV sehingga hampir mendekati sempurna pada tingkat kekuatannya.

Pohon ini juga dijuluki pohon anti rayap karena kayunya yang amat kuat. Berwarna kayu kuning pucat hingga kecoklatan, membedakannya dengan meranti lain seperti meranti merah dan putih.

Dia juga adalah penghasil damar premium, yaitu pohon yang mengeluarkan getah keras bernilai ekonomi tinggi. 

Namun kelestariannya juga patut kita perhatikan. Sebab, meranti adalah jenis tanaman dataran rendah yang bernilai ekonomi tinggi, namun populasinya mulai terancam. Kayunya juga sangat diminati industri karena kualitasnya.

Selain itu, meranti adalah tumbuhan yang lambat tumbuhnya. Pertumbuhannya dengan musim berbunga yang tidak terlalu teratur, membuat populasinya penuh tantangan dalam merawat dan tindakan konservasinya.

Pertumbuhan diameter meranti hanya sekitar 1,72 cm per tahun. Artinya, perlu 58 tahun untuk tumbuh sekitar 1 meter. Musim berbunga masal juga terjadi setiap 4 sampai 7 tahun sekali, dengan regenerasi biji yang sangat jarang. Sehingga membuat pertumbuhan populasinya cukup lambat.

Ia juga termasuk dalam daftar merah IUCN Red List, yang mana memliki ancaman yang amat kritis atau Critically Endangered

Masalah ini jelas perlu aksi dan tindakan kita untuk lebih sadar terhadap lingkungan! Kita bisa mulai dengan mendukung gerakan konservasi lingkungan, dan lebih peduli terhadap hutan kita.

Aku siap sadar lingkungan, kamu juga kan?

Sumber:

Lindungi Hutan. Mengenal Pohon Meranti: Raksasa Hutan Penghuni Kanopi Teratas. https://lindungihutan.com/blog/mengenal-pohon-meranti/

 

Liputan6. Pohon Tertinggi di Dunia, Ada di Pulau Kalimantan. https://www.liputan6.com/citizen6/read/2531993/pohon-tertinggi-di-dunia-ada-di-pulau-kalimantan

 

Kompas Sains. Pohon Raksasa Ditemukan di Borneo, Tingginya Dua Kali Candi Prambanan. https://sains.kompas.com/read/2016/06/14/19555071/…

 

Coomes, D. et al. (2019) The World’s Tallest Tropical Tree in Three Dimensions. Frontiers in Forest and Global Change. 

https://www.frontiersin.org/journals/forests-and-global-change/articles/10.3389/ffgc.2019.00032/full



Penulis : SD