Choose a Language

Niat Ngasih Selamat di Kampus, Eh Jadi Nambah Sampah?

Darling Sampah
Berita Darling
Darling Inspirasi
Niat Ngasih Selamat di Kampus, Eh Jadi Nambah Sampah?
16 Apr 2026

Pernah ga kamu datang ke acara-acara wisuda di kampus, atau ke acara yang entah itu nikahan, pelantikan, atau acara duka?

Pasti kamu familiar dengan karangan-karangan bunga yang terpampang di pinggiran jalan, atau depan acara.

Sekilas memang unik banget dan seru! Tulisan besar dengan nama terpampang jelas, desainnya juga semakin kreatif kesini-kesini.

Tapi tau gak, kalo gak semua karangan bunga itu ramah lingkungan? Kita gak tahu kalo setelah acara selesai, papan-papan itu pergi ke mana selain numpuk di tempat sampah?

 

Apa masalahnya?

Pada dasarnya, pembuatan papan karangan bunga itu menggunakan papan triplek yang dilapisi oleh kain. Bunga kemudian menghiasi papan itu sesuai dengan pesanan pemesan.

Namun ada hal yang gak ramah lingkungan di sini, yaitu penggunaan styrofoam di setiap rangkaian tulisan timbul yang dipesan.

Papan karangan bunga ini menjadi ‘singkat’ hidupnya karena dipakai beberapa lama, namun ketika menjadi sampah, bisa bertahan ratusan tahun.

Meski gak semua, banyak juga lho inovasi papan karangan bunga yang udah memikirkan keberlanjutan lingkungan ini.

Sedangkan di beberapa kampus Indonesia mencoba mendorong penggunaan baik dalam papan karangan bunga.

 

Universitas Dipenogoro

Di Universitas Dipenogoro, sivitas akademika mulai diarahkan agar ucapan wisuda dibentuk ke arah yang lebih ramah lingkungan. Terdapat larangan yang tertuang dalam surat edaran pada 2024.

Edaran tersebut melarang sivitas akademika buat meminimalisir penggunaan papan karangan bunga yang sekali pakai. Sebagai alternatif, ucapan selamat dapat berupa tanaman bunga dan buah.

 

Universitas Brawijaya

Di Universitas Brawijaya juga sudah melakukan pelarangan penggunaan papan karangan bunga sekali pakai. 

Mereka mendorong untuk menggunakan alternatif seperti bunga favorit atau tanaman hidup, dan ucapan selamatnya diarahkan kepada media digital seperti videotron.

Kebijakan ini dilakukan agar menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan berkelanjutan.

 

Universitas Airlangga

Di kampus ini juga mengubah tradisi pemberian karangan bunga sekali pakai untuk pengukuhan guru besar, dengan karangan bibit tanaman lho.

Bibit tanaman itu bisa berupa tanaman produktif, seperti durian atau anggur, dengan mencantumkan nama pemberi. Unik kan?

 

Universitas Padjajaran

Di Fakultas Geologi Universitas Padjajaran, mereka juga menggunakan alternatif seremonial dengan pemberian bibit tanaman.

Bibit yang diberi itu nantinya ditanam di ruang terbuka hijau kampus, sehingga memberikan manfaat penghijauan keberlanjutan lingkungan.

Perubahan tidak harus dimulai dari kebijakan, ia bisa dari kamu sendiri.

Kalau kamu sedang merencanakan ucapan selamat untuk seseorang, pertimbangkan untuk memilih tanaman hidup, buket bunga segar, atau bahkan ucapan digital yang tak kalah berkesan.

Satu pilihan kecil darimu bisa jadi langkah besar untuk lingkungan yang lebih baik. 



Sumber:


Kompas.com. (2026, Februari 5). Kampus mulai larang karangan bunga saat wisuda, diganti bibit tanaman hingga. https://www.kompas.com/edu/read/2026/02/05/090200571/kampus-mulai-larang-karangan-bunga-saat-wisuda-diganti-bibit-tanaman-hingga

 

Ismail, T. A. (2026, Februari 8). Tradisi wisuda berubah, karangan bunga dibatasi. RRI. https://rri.co.id/ternate/iptek/2168346/tradisi-wisuda-berubah-karangan-bunga-dibatasi


Universitas Airlangga. (2025, Juni 19). UNAIR terapkan kebijakan baru: gantikan papan bunga dengan bibit tanaman untuk dukung keberlanjutan. https://dlkkl.unair.ac.id/2025/06/19/unair-terapkan-kebijakan-baru-gantikan-papan-bunga-dengan-bibit-tanaman-untuk-dukung-keberlanjutan/

Penulis : Hasbi