Choose a Language

No More Campur-campur Sampah, Mulai Agustus Bantargebang Cuma Terima Sampah Residu!

Darling Sampah
Berita Darling
Darling Inspirasi
No More Campur-campur Sampah, Mulai Agustus Bantargebang Cuma Terima Sampah Residu!
10 Jul 2026

Darlings, ada plot twist positif nih dari dunia persampahan Jakarta! Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang resmi bakalan nggak mau lagi jadi tempat "buang aja semua ke sini" alias open dumping

Sekarang, gerbangnya mulai selektif. Yang boleh masuk cuma sampah residu, alias sampah yang udah melewati proses pengolahan lebih dulu. No more sampah organik dan anorganik, sebab kedua jenis sampah tersebut akan diolah oleh pribadi. Wow!

Wait, Sampah Residu Itu Apa Sih?

Buat yang belum ngerti istilahnya, sampah residu itu ibarat "sisa akhir" dari proses pilah-olah sampah. 

Jadi sebelum nyampe ke Bantargebang, sampah udah dipilah dulu. Yang bisa didaur ulang, dikompos, atau diolah jadi sumber energi, dipisahin. Nah, yang tersisa dan benar-benar udah nggak bisa diapa-apain lagi, itulah yang disebut residu, dan itu yang dikirim ke TPST.

Jadi bayangin kayak meal prep: sampah itu di tempat pengolahan, dan yang nyampe ke Bantargebang cuma "ampas" terakhirnya aja. Seharusnya sih lebih efisien yaa?

Targetnya Gimana?

Per 1 Agustus 2026, Pemprov DKI menargetkan sekitar 25% dari total sampah yang masuk ke Bantargebang udah berbentuk residu hasil olahan. 

Emang belum 100%, tapi ini langkah awal yang solid banget, dan angka ini bakal terus naik seiring waktu. Slow but steady wins the race, literally.

Bukan Cuma Soal "Nolak Sampah", Tapi Transformasi Total

Ini semua bagian dari rencana besar bernama Roadmap Pengelolaan Sampah Jakarta 100 Persen Terkelola, hasil kerja bareng Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan Kementerian Lingkungan Hidup. 

Targetnya Jakarta pengen stop total praktik open dumping di 2029. Ambisius, banget dan menarik kan?

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, bilang perubahan ini dilakukan bertahap biar layanan pengelolaan sampah tetap jalan lancar, sambil tetap menjaga keselamatan dan lingkungan sekitar Bantargebang. Jadi nggak drastis "tutup langsung", tapi pelan-pelan dan terukur. 

Zona 2 Udah Mulai "Skincare-an"

Sejak Jumat, 17 Juli 2026, area atas Zona 2 Bantargebang udah mulai ditutup pakai media pelindung dalam siklus tujuh hari, dan ke depannya bakal diperkuat pakai geomembrane,  semacam "lapisan pelindung premium" biar area landfill lebih stabil dan aman, nggak gampang longsor. 

Nah, sambil satu area "istirahat" ditutup dan dirawat, aktivitas pembuangan dialihin ke titik lain yang udah disiapkan. Gantian gitu, biar operasional tetap jalan sambil area lain di-"maintenance".

DLH juga udah mikirin detail-detail penting kayak memetakan area rawan longsor, menata kestabilan lereng, mendata aktivitas pemulung di sekitar sana, sampai ningkatin sanitasi kawasan. Jadi bukan cuma soal sampah, tapi juga soal keselamatan orang-orang yang hidup dan bekerja di sekitar TPST.

Kenapa Ini Kabar Baik?

Simpelnya: makin sedikit sampah mentah yang numpuk begitu aja di landfill, makin kecil juga dampak buruknya ke lingkungan. Mulai dari bau, gas metana, sampai risiko longsor sampah yang selama ini jadi ketakutan kita.

Dengan sistem residu ini, Jakarta berupaya membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang lebih bersih dan bertanggung jawab itu bukan cuma wacana, tapi udah mulai jalan beneran. Semoga dilakukan juga di daerah lain ya!

Jadi buat kita semua, ini reminder yang manis banget kalo proses memilah sampah dari rumah tuh ternyata beneran ngaruh ke gambaran besar. 

Makanya, yuk pilah sampah dari sekarang! Karena sampah yang memang tanggung jawab kita bersama~ 🌱♻️

Penulis : SD