Hai, Darlings! Pernah dengar suara "whoo..whoo.." menggema dari jantung hutan? Bukan suara angin atau efek film, tapi nyanyian merdu dari penghuni hutan yang super ikonik: Owa Jawa! Yap, makhluk berbulu ini jadi bintang pagi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Tiap pagi, owa jantan melantunkan lagu yang nggak cuma enak didengar, tapi juga punya makna dalam bagi wilayah kekuasaannya. Keren banget, kan?
Tapi tunggu dulu, Darlings, Owa Jawa ini bukan cuma penyanyi hutan, mereka juga berperan penting dalam menjaga ekosistem. Gaya hidup mereka yang suka melompat-lompat dari pohon ke pohon ternyata membantu persebaran biji tumbuhan, memperkaya regenerasi pepohonan di hutan. Jadi tanpa mereka, bisa-bisa regenerasi alami hutan terganggu. Mereka itu semacam gardener alami yang kerja diam-diam tapi berdampak besar!
Nah, ngomongin gaya hidup, Owa Jawa punya kebiasaan yang cukup unik. Mereka ini setia banget, Darlings! Kalau sudah menemukan pasangan, ya seterusnya bareng terus. Nggak cuma itu, mereka juga hidup berkelompok dalam formasi yang harmonis. Dan satu hal lagi yang bikin gemas: mereka enggak suka keramaian manusia. Maklum, Owa Jawa itu pemalu dan sensitif banget, jadi butuh hutan yang tenang biar bisa hidup nyaman.
Sayangnya, nyanyian indah mereka makin jarang terdengar. Populasi Owa Jawa kian menyusut dan semakin sulit ditemukan di luar kawasan konservasi seperti TNGHS. Tapi tenang, harapan belum padam. Berkat kolaborasi banyak pihak, mulai dari peneliti, komunitas lokal, hingga pecinta alam, usaha pelestarian terus digencarkan. Mereka bukan cuma diam, ada patroli hutan, riset suara, sampai pendidikan warga sekitar untuk ikut menjaga rumah besar si owa.
Hutan Halimun bukan cuma hutan biasa. Di sana, kehidupan menyatu dalam irama. Owa Jawa jadi simbol semangat menjaga harmoni, mengingatkan kita bahwa hutan bukan sekadar tempat hijau, tapi juga rumah bagi para makhluk penuh cerita. Yuk, Darlings, mulai
peduli dengan suara-suara yang mulai hilang. Karena siapa tahu, satu hari nanti, kita bisa mendengar lagi nyanyian pagi owa jawa menyambut fajar dan bukan kemudian hanya menjadi suara rekaman dalam museum.
Aku siap sadar lingkungan, kalian juga kan.
Sumber:
antaranews
forestdigest
hutanitu
bbc