Darlings ada yang tertarik sama dunia saham gak? Dunia saham memang menggiurkan ya, apalagi kalo liat grafiknya menghijau dan naik ke atas.
Tapi ada lho investasi yang kita bayar bukan buat profit kita sendiri, tapi kebaikan orang banyak dan generasi mendatang.
Namanya adalah hutan kolektif Majalengka yang diinisiasi oleh Perhutana. Gerakan sosial ini seru banget di mana konsepnya kita diajak patungan untuk bikin hutan buatan.
Hutannya sendiri gak harus besar seperti hutan-hutan tropis di Indonesia, dan gak perlu berhektar-hektar.
Cukup dengan “investasi” hutan berukuran 4x4 meter, asal ada unsur tanaman payung, ada tegakan, ada semak dan penutup tanah, jadilah hutanmu sendiri yang dikolektifkan bersama.
Jadi, investasi itu diperuntukkan untuk serangga, untuk burung, untuk tanaman yang hidup di sana, dan untuk bumi.
Gerakan sosial dari inisiasi kreatif
Gerakan sosial ini diinisiasi oleh komunitas seni dan kreatif asal Majalengka, Jatiwangi Art Factory (JaF). Dengan semangat ekologis, mereka menggagas hutan kolektif yang dapat dibeli oleh setiap orang.
Hal ini merupakan aksi dalam gagasan kota Terrakota yang diprogramkan JaF dan memproyeksikan lahan 8 hektar menjadi hutan kolektif pertama di dunia.
“Ini adalah upaya kami di Jatiwangi untuk menghadirkan satu area hijau yang diinisasi warga, supaya tidak tersalip oleh proses industrialisasi yang tengah berkembang saat ini,” jelas Pandu Rahadian, perwakilan JaF.
Menurut Pandu, konsepnya mengambil seperti jual beli investasi properti agar masyarakat dapat merasa memiliki akan hutan tersebut sebagai investasi masa depan mereka.
“Ibaratnya seperti kita membeli rumah yang dijadikan tempat bernaung. Tempat persemaian kehidupan baru yang memiliki manfaat luar biasa,” jelasnya.
Perhutana lantas diproyeksikan menjadi hutan adat dan didaftarkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) setelah seluruh proses penjualan kavling terpenuhi.
Nah, gimana Darlings. Tertarik untuk berinvestasi untuk oksigen? Aku siap sadar lingkungan, kamu juga kan?