Choose a Language

Pohon-pohon yang Kamu Temui di Jalan Ini, Ditanam Sejak Era Kolonial Lho

Darling Tanaman
Berita Darling
Darling Inspirasi
Pohon-pohon yang Kamu Temui di Jalan Ini, Ditanam Sejak Era Kolonial Lho
20 Apr 2026

Darlings, pernah gak merhatiin pohon-pohon di sepanjang jalan yang kamu lewati?

Di balik kerindangannya, sebagian dari pohon-pohon itu bisa jadi lebih tua dari kakek-nenekmu, bahkan menjadi saksi hidup dari masa kolonial yang masih bertahan hingga hari ini.

Di berbagai kota di Indonesia, masih ada jalur-jalur “tua” yang menyimpan jejak sejarah, ditemani deretan pohon yang tumbuh membersamainya.

Kebun Raya Bogor, misalnya, sepanjang jalan berderet pohon seperti pohon asam jawa (Tamarindus indica), pohon mahoni (Swietenia macrophylla) hingga pohon trembesi (Samanea saman).

Berikut beberapa pohon warisan kolonial yang seringkali membantu kita agar gak kepanasan di sepanjang jalan.

 

Pohon kenari (Canarium decumanum Gaertn)

Pernah lihat sebuah pohon raksasa di pinggir jalan Kebun Raya Bogor? Nah, itu adalah salah satu jenis kenari yang memang sering ditemukan di kawasan hutan Asia Tenggara.

Pohonnya besar dan menjulang tinggi hingga puluhan meter, tajuknya lebar dan rindang, batang lurus dan akarnya dianggap cukup ‘ramah’ dan tidak merusak jalan.

 

Pohon asam jawa (Tamarindus indica)

Di era kolonial, pohon asam jawa ini banyak ditanam di sepanjang jalan. Ia dipilih karena rindang, kuat, dan dianggap mampu mencegah erosi dan meneduhkan.

Pada masa itu, pohon asam ditanam karena alasan praktis dan strategis. Akarnya kuat namun tidak merusak jalan, batangnya kokoh dan tahan angin. Daunnya mampu meneduhkan area sekitar.

 

Pohon trembesi (Samanea saman)

Pohon trembesi adalah jenis pohon yang mudah dikenali dari kanopinya yang indah dan luas, sehingga sering digunakan sebagai tanaman peneduh sekaligus mampu menyerap karbon.

Tumbuhan ini memiliki batang silinder yang menjulang dengan ketinggian hingga 15 - 30 meter. Tajuknya lebar dengan ukuran daun yang kecil.

Dia dikenal sebagai pohon hujan, dan usianya bisa mencapai 600 tahun.

 

Pohon Mahoni (Swietenia mahogani)

Tahu gak kamu kalo sebenarnya pohon ini justru berasal dari luar Asia Tenggara? Menurut data dari UPT Perbenihan Tanaman Hutan, tanaman ini baru masuk ke Indonesia melalui India pada 1872.

Mereka berasal dari wilayah Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Karibia. Tingginya mampu mencapai 35-40 meter, kulit luarnya berwarna cokelat kehitaman dengan permukaan agak bersisik.

Daun mahoni dianggap mampu menyerap karbon, dan banyak ditanam di pinggir jalan raya, termasuk jalur Anyer dan Panarukan oleh Daendels.

 

Pohon-pohon tua dan raksasa di kota kita

Waktu, bagaimanapun, mengubah cara kita memandangnya. Pohon-pohon itu kini tak lagi dibaca sebagai simbol kuasa, melainkan sebagai penyangga kehidupan kota.

Di tengah suhu yang kian meningkat, keberadaan mereka menjadi semakin relevan. Kanopi yang dahulu menaungi kereta kuda, kini meredam panas aspal dan menyaring polusi kendaraan bermotor.

Namun, ketahanan mereka tidak tanpa batas. Pelebaran jalan, pembangunan infrastruktur, dan minimnya perawatan membuat sebagian pohon tua tumbang. Ketika satu pohon hilang, yang lenyap bukan hanya peneduh, tetapi juga sepotong sejarah yang tak tergantikan.

Jadi lain kali, jika kamu berteduh di bawah pohon-pohon ini, secara gak langsung kamu juga lagi berdiri di bawah ‘saksi sejarah’ yang masih hidup lho.

Kamu sendiri pernah nemuin gak pohon-pohon tua di kotamu? Masihkah kota kita memberi ruang untuk mereka?

Reference:

Perhutani
Jawapos
Lindungihutan

Penulis : Hasbi