Choose a Language

Teknik Menanam Canggih asal Meksiko Ini Sudah Ada Sejak 1000 Tahun Lalu!

Darling Tanaman
Darling Air
Berita Darling
Darling Inspirasi
Teknik Menanam Canggih asal Meksiko Ini Sudah Ada Sejak 1000 Tahun Lalu!
11 Mar 2026

Apa jadinya kalau ladang sayur tidak ditanam di tanah, tapi di atas danau? Gak kebayang ya, tapi ternyata hal ini justru dilakukan secara turun-temurun di Meksiko, khususnya dalam kultur menanam suku kuno Aztec.

Di danau-danau sekitar Mexico City kuno, masyarakat Aztec pernah menciptakan ladang terapung bernama chinampa. Sebuah sistem pertanian yang mampu menghasilkan sayuran berlimpah hanya dengan lumpur dan air.

Tradisi berkebun ini bahkan masih digunakan di masa sekarang. Model agrikultur ini biasa disebut kebun terapung, karena pada dasarnya tanaman tersebut ditanam di tengah danau dangkal dengan aturan-aturan khusus.

Chinampa berasal dari kata hinamiti yang artinya pagar atau selungkup. Konon konsep chinampa sudah ada sejak 1000 tahun sebelum masehi. Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian yang menunjukkan platform berlapis tanah dan vegetasi di dalam selungkup Danau Xochimilco.

Menanam di atas air

Sebagai pulau pertanian yang dibangun di atas danau dangkal, chinampa dibuat secara sederhana oleh petani-petani Aztec dengan teknik unik.

Dasarnya dibuat dari anyaman ranting, di atasnya ditumpuk oleh lumpur dari dasar danau, tanah dan sisa tanaman, pinggiran pulau diperkuat dengan pohon dedalu agar enggak runtuh.

Taman Terapung Aztec - Four String Farm Four String Farm
Chinampa, teknik menanam di atas danau sejak 1000 SM. Sumber: fourstringfarm.com

Di antara pulau-pulau kecil chinampa itu, dibuatlah kanal-kanal air yang berfungsi sebagai jalur irigasi sekaligus jalur perahu.

Melansir laman World History Encyclopedia, setiap petak berukuran 30 x 2,5 meter. Tepinya dipagari batang dan bagian bawah danau ditanami ranting pohon merambat. Hal tersebut ditujukan agar akar bisa tumbuh dan menahan endapan air tanah.

Tahap awal ini biasa memakan waktu satu sampai tiga bulan. Setelah lapisan tanah dan lumpur menyatu, tanah kemudian dibiarkan mengering selama beberapa minggu, dan sisa-sisa tanaman mulai membusuk dan menjadikannya kompos alami.

Untuk menjadikan chinampa menjadi lahan produktif, sekitar dua sampai tiga tahun. Tanah menjadi stabil dan mikro organisme mulai terbentuk.

Produktivitasnya juga enggak perlu diragukan. Karena chinampa terletak di atas danau, tanaman tidak kekurangan air dan selalu mendapatkan nutrisi dari lumpur danau.

Beberapa tanaman biasa ditanam di chinampa adalah jagung, cabai, kacang-kacangan, labu hingga tomat. Agar tanaman tumbuh subur, masyarakat Aztec kuno memanfaatkan kotoran untuk memupuk tanaman di kebun chinampa.

Sistem agrikultur chinampa kemudian berkembang pesat pada abad ke-15 dan 16 Masehi. Awalnya hanya berkutat sekitar danau Chalco-Xochimilco, selatan Meksiko, kemudian menyebar ke banyak tempat.

Pemerintah masyarakat Aztec ketika itu memberikan perhatian khusus untuk mengembangkan dan memajukan sistem chinampa. Bahkan sampai mengerahkan tenaga ahli seperti insinyur dan tenaga kerja untuk membangun tanggul, jembatan, pintu air, dan kanal yang panjang.

Infrastruktur jalanan kota juga dibuat sedemikian rupa agar terhubung dengan kebun dan permukiman.

Sayangnya, chinampa mulai runtuh ketika kolonialisasi yang dilakukan oleh bangsa Spanyol. Ketika mereka menyerang masyarakat Aztec, kebun-kebun kemudian rusak parah dan banjir. Masyarakat setempat akhirnya mesti mundur ke pinggiran dan kehilangan chinampa mereka.

Kini di kota Mexico City, meski sudah mengering akibat urbanisasi, sebagian chinampa masih digunakan di kawasan danau Xochimilco. Perahu-perahu kecil melintasi kanal dan membawa hasil panen sayuran dan bunga.

Bagaimana, Darlings, tertarik buat ikut menanam ala chinampa juga?



Penulis : Hasbi