Darling pernah penasaran gak sama pegunungan kapur? Daerah kering, gersang dan tandus di permukaannya ini, ternyata menyimpan air bawah tanah dalam jumlah raksasa!
Lah, kok bisa?
Bahkan air-air yang kita konsumsi sehari-hari di rumah, bisa jadi berasal dari daerah tandus ini.
Pegunungan kapur atau kawasan karst sering disebut spons raksasa, karena ia memiliki kemampuan menyerap, menyimpan dan melepaskan air secara perlahan.
Persis seperti spons ketika kita cuci piring di dapur.
Nah, tanahnya menyerap air hujan kemudian turun deh ke batuan-batuan yang ada di gua, kemudian mengalir ke sungai bawah tanah.
Sebab batuan dan tanah di kawasan karst, kalo kita lihat dari dekat, penuh lubang kecil dan besar.
Kok bisa berlubang? Karena batu kapur itu unik, dia bisa 'larut' sedikit demi sedikit saat terkena air hujan selama jutaan tahun.
Kombinasi dari celah kecil yang menyerap air, dan celah besar yang membentuk gua ini membuatnya mampu menampung volume air yang jauh lebih besar daripada batuan padat lainnya.
Ketika hujan, karst akan menyerap air dalam jumlah masif. Airnya tertahan di tanah dan batuannya.
Seperti spons pula, karst bisa menjaga kelembapan dan pengatur alami. Kalo hujan lebat, dia bisa menahan laju air biar gak terjadi banjir bandang.
Nah di musim kemarau panjang, ketika permukaan tanahnya kering kerontang, air yang tersimpan di spons raksasa ini gak habis.
Air ini akan keluar pelan-pelan lewat mata air jernih di kaki gunung. Itulah kenapa meski gak ada hujan berbulan-bulan, warga sekitar di pegunungan kapur biasanya masih dapat air bersih tanpa henti.
Dan jangan-jangan… Semua air yang kita pake buat minum, nyuci dan mandi, berasal dari kawasan karst di daerah kita.
Dan kamu tahu gak, kalo Indonesia itu salah satu surga kawasan karst dunia! Luasnya mencapai puluhan ribu kilometer persegi. Dari ujung barat ke timur, kita punya bentangan alam kapur yang ikonik.
Di Pulau Jawa aja, ada beberapa kawasan karst yang membantu masyarakat mengakses air bersih. Salah satunya adalah Gunung Sewu yang membentang dari Gunungkidul Jogja, Wonogiri sampai Pacitan.
Sedangkan di Sulawesi Selatan, ada sala satu kawasan karst terbesar dan tercantik yang diakui di dunia, yaitu Maros-Pangkep. Bentuknya kayak menara-menara batu raksasa dan banyak gua alami yang menakjubkan! Tahu lukisan tertua yang ditemukan di dunia? Nah, tempatnya di sini.
Lain lagi di Papua, di Raja Ampat, kalo kamu sering nemu foto ikonik pulau-pulau kecil dari keindahan sana, itu sebenarnya adalah kawasan karst yang tenggelam di laut. Menarik banget kan?
Semuanya adalah tumpuan hidup kita buat urusan air bersih.
Tapi, spons raksasa ini amatlah rapuh. Kalo hutan di atas pegunungan karstnya ditebang atau batunya ditambang menjadi kapur atau semen, batuannya bisa berlumpur dan rusak.
Belum lagi masalah sampah yang sering dibuang ke lubang karst. Dia diam-diam mencemari air minum kita.
Akibatnya fungsi sebagai penyimpan air hilang dan mata air di bawahnya hilang juga.
Darling, menjaga karst bukan cuma soal menjaga alam, tapi menjaga napas dan air kita untuk masa depan.